Senin, 30 November 20

Akibat Kebrutalan Polisi, Nigeria Diguncang Kerusuhan Berat!

Akibat Kebrutalan Polisi, Nigeria Diguncang Kerusuhan Berat!
* Kerusuhan di Nigeria akibat kebrutalan polisi. (Foto: NYT)

Akibat kebrutalan polisi di Nigeria, kemarahan rakyat atas penembakan demonstran berkembang menjadi kerusuhan berkepanjangan yang dahsyat!

Insiden baku tembak dan upaya pembobolan penjara dilaporkan di Nigeria, seiring kerusuhan yang dipicu penembakan pengunjuk rasa di kota terbesarnya terus berlanjut.

Kelompok pemantau hak asasi Amnesty International mengatakan pasukan keamanan menewaskan sedikitnya 12 orang di Lagos pada Selasa (20/10/2020).

Tentara Nigeria membantah telah membunuh demonstran di daerah Lekki, memicu lebih banyak kemarahan.

Unjuk rasa dimulai sekitar dua minggu lalu ketika demonstran yang sebagian besar merupakan anak muda menuntut pembubaran unit polisi yang terkenal kejam.

Pasukan Khusus Anti-Perampokan (SARS), yang berada di pusat protes terhadap kebrutalan polisi, dibubarkan pada 11 Oktober.

Para pengunjuk rasa mengerahkan massa ke jalan dengan menggunakan tagar #EndSars.

Insiden penembakan tersebut telah memicu seruan dari berbagai belahan dunia agar mereka yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawabannya.

Dalam pidato singkat yang disiarkan di televisi pada hari Kamis, Presiden Nigeria Muhammadu Buhari mendesak para pengunjuk rasa untuk berhenti berdemonstrasi dan berdialog dengan pemerintah “untuk mencari solusi”.

Ia tidak menyebut soal penembakan pengunjuk rasa di Lagos dalam pidatonya.

Sebelumnya, wakil presiden Nigeria menjanjikan keadilan bagi para korban yang ditembak selama unjuk rasa.

Di Lagos dan daerah-daerah lain di Nigeria, telah terjadi pembakaran gedung-gedung, penjarahan pusat perbelanjaan, dan penyerangan penjara sejak penembakan tersebut.

Pemerintah negara bagian Lagos memberlakukan larangan keluar rumah sampai waktu yang tidak ditentukan terhadap 20 juta penduduk kota pesisir itu pada Selasa malam.

Negara bagian lain mengambil tindakan serupa, termasuk Anambra, yang memberlakukan larangan keluar rumah selama 24 jam pada hari Kamis (22/10).

Awal tahun ini, Amnesty berkata mereka telah mendokumentasikan sedikitnya 82 kasus penyiksaan, penganiayaan, dan eksekusi ekstra-yudisial antara Januari 2017 dan Mei tahun ini yang dilakukan anggota Sars.

Presiden Buhari membubarkan Sars pada 11 Oktober. Namun aksi protes terus berlanjut, dan berubah menjadi tuntutan reformasi yang lebih luas kepada polisi dan pemerintah.

Kerusuhan tak kunjung reda
Suara tembakan terdengar di penjara Ikoyi di Lagos setelah percobaan pembobolan penjara digagalkan oleh tentara dan polisi pada hari Kamis. Narapidana dilaporkan telah melarikan diri dari penjara lain setelah serangan di negara bagian Ondo dan Delta.

Reporter BBC juga mendengar suara tembakan di daerah Surulere di Lagos dan melihat ban-ban yang dibakar.

Di pinggiran kota Lekki, beberapa mil dari gerbang tol tempat penembakan hari Selasa terjadi, jurnalis lain mengepos video tentang pusat perbelanjaan yang terbakar.

Gedung Pengadilan Tinggi di Pulau Lagos, daerah permukiman tertua di kota itu, juga dibakar pada hari Rabu.

Penduduk setempat mengatakan gedung itu dijarah oleh para pengacau yang mengambil barang-barang yang telah disita oleh pengadilan, dan bahwa kobaran api berlangsung lama hingga larut malam.

Stasiun TV besar Nigeria yang dikaitkan dengan seorang politikus dari partai yang berkuasa juga dibakar, sementara istana pemimpin tradisional paling senior di Lagos diobrak-abrik. (Red)

Sumber: BBC Magazine 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.