Kamis, 29 September 22

Akibat Kabut Asap, Proses Belajar Mengajar di Dharmasraya Lumpuh

Akibat Kabut Asap, Proses Belajar Mengajar di Dharmasraya Lumpuh
* Aktivitas warga saat menampung air bersih yang didistribusikan pemerintah Kabupaten Dharmasraya

Padang, Obsessionnews – 14 hari lebih siswa sekolah di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) diliburkan akibat kabut asap yang menyelimuti daerah tersebut. Kualitas udara terus memburuk, bahkan berbahaya bagi kesehatan.

Pejabat (Pj) Bupati Dharmasraya, Syafrizal mengatakan, keputusan meliburkan siswa di daerah itu, karena kualitas udara berbahaya bagi kesehatan, terutama bagi siswa.

Kualitas udara di Kabupaten Dharmasraya terus memburuk sejak pertengan bulan lalu. Untuk mengantisipasi gangguan terhadap kesehatan, pemerintah menetapkan masa tanggap darurat kabut asap dan kekeringan.

Syafrizal mengatakan, berdasar pengecekan Indeks Standar Pencemaran Udara (ispu) yang dilakukan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedalda) pada Selasa (29/9), berbahaya bagi kesehatan.

“Saya dapat laporan, ISPU hari ini masih berbahaya,” kata Syafrizal menjawab pertanyaan obsessionnews.com, Selasa (29/9).

Syafrizal mengatakan, masa tanggap darurat ditetapkan selama 14 hari terhitung dari tanggal 14 sampai 28 September 2015. Namun, setelah masa tanggap darurat berakhir, kondisi kabut asap di daerah itu masih pekat dan berbahaya bagi kesehatan, maka pemerintah memperpanjang masa tanggap darurat.

“Berdasarkan hasil pengecekan Bapedalda terhadap ISPU, kita memperpanjang masa tanggap darurat. Sambil berjalan kita evaluasi sekaligus menetapkan berapa lama masa tanggap darurat kita perpanjang,” ujar Syafrizal.

Selama masa tanggap darurat, Pemerintah Kabupaten Dharmasaya membagikan lebih dari 130 ribu masker kepada masyarakat. Pemerintah terus menambah, apabila sesuai kebutuhan masyarakat.

Selain membagikan masker, pemerintah mendistribusikan air bersih ke rumah-rumah warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Mobil tangki air bersih yang didistribusikan setiap hari berjumlah 25 tangki air bersih.

Sementara itu, kabut asap yang menyelimuti wilayah Kota Padang, Rabu (30/9) semakin tebal setelah tiga hari sempat menipis. Jarak pandang akibat kabut asap semakin pendek. (Musthafa Ritonga)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.