Minggu, 19 September 21

Akhirnya, PTUN Kabulkan Gugatan Warga Kendeng

Akhirnya, PTUN Kabulkan Gugatan Warga Kendeng

Jerih payah warga Kabupaten Pati yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) terbayar sudah di hari ini. Bagaimana tidak, setelah setahun mati-matian berjuang, akhirnya mereka bisa kembali menempati tanah leluhur sekali lagi.

Semarang, Obsessionnews – Sorak sorai warga seketika membahana di seluruh ruangan sidang Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, Selasa (16/11/2015). Tangis haru turut bersahutan manakala majelis hakim memenangkan gugatan mereka atas Surat Keputusan (SK) Bupati Pati nomor 660.1/ 476/ tahun 2014 tentang izin lingkungan pembangunan pabrik semen serta penambangan batu gamping dan batu lempung di Kabupaten Pati oleh PT Sahabat Mulia Saksi (SMS).

“Mengabulkan gugatan penggugat seluruhnya,” kata hakim ketua Adi Budhi Sulistiyo dalam sidang terbuka didampingi hakim Ery Elvi Ritonga dan lainnya.

demo kendeng2

Majelis hakim pemeriksa menyatakan, SK Bupati tidak sesuai ketentuan Perda Pati nomor 5/ 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Pati tahun 2010-2030. Terlebih, obyek sengketa yang didasarkan pada Perda tersebut tidak didukung syarat ketentuan lokasi tambang.

Hakim Adhi juga memandang, Bupati Pati selaku tergugat tidak memperhatikan asas pemerintahan yang baik, seperti tidak melibatkan masyarakat dalam proses penyusunan Amdal, terutama tentang pandangan cara hidup masyarakat.

Seluruh eksepsi tergugat dan tergugat II intervensi yang menyatakan gugatan penggugat tidak memiliki legal standing dan prematur ditolak seluruhnya. Hakim juga menolak permohonan pembangunan dengan dalih tidak ada kepentingan mendesak.

Selanjutnya, majelis hakim memerintahkan tergugat untuk mencabut¬† SK Bupati Pati nomor 660.1/ 476/ tahun 2014. “Membebankan tergugat dan tergugat intervensi membayar biaya perkara yang timbul sebesar Rp 300 ribu,” tegas hakim dalam sidang selama sekitar 7 jam lebih itu.

demo kendeng3

Menyikapi putusan tersebut, kedua tergugat menyatakan bakal mengajukan upaya banding. Kuasa hukum PT SMS, Florianus Sangsun memandang majelis hakim tidak cermat menimbang dan menilai bukti-bukti yang ada.

“Padahal dalam persidangan sangat kentara alat bukti, saksi dan para ahli yang diajukan Tergugat dan Tergugat II Intervensi menyatakan proses hingga penerbitan Izin Lingkungan telah sesuai dengan tata aturan hukum yang berlaku”, jelas dia.

Menurutnya, izin Bupati Pati telah sesuai Perda RTRW Kabupaten Pati No. 5 Tahun 2011 dan berada di luar KBAK Sukolilo sesuai Kepmen 2641/2014 dan memiliki dokumen Amdal-RKL-RPL yang sudah disetujui oleh Komisi Penilai Amdal.

Kuasa hukum tergugat, Siti Subiati menambahkan, dirinya merasa sudah melakukan ketentuan sesuai kewenangan yanh diatur. “Hakim hanya mempertimbangkan hal-hal yang diajukan tergugat II intervensi. Sementara yang dilakukan tergugat tidak,” imbuhnya.

demo kendeng4

Kemenangan Besar
Terpisah, kuasa hukum warga, Zainal Arifin mengaku sangat gembira dengan putusan ini. Zainal menganggap kemenangan gugatan warga sebagai sebuah kemenangan besar bagi lingkungan.

“Ini pembuka kemenangan berikutnya bagi daerah lain yang ada rencana pendirian pabrik semen. Awalnya kami ragu bisa menang. Tapi masih ada hakim berhati nurani dan membela masyarakat,” terang dia terisak.

Gugatan ini, lanjutnya, memenuhi substansi dari pelaksanaan Undang-undang Lingkungan Hidup. Secara hukum, dikabulkannya gugatan dinilai Zainal sangatlah pantas. “Secara perjuangan, kemenangan ini pantas didapatkan warga,”¬† tambahnya.

Ratusan warga yang sedari pagi menunggu juga ikut menangis lantaran perjuangan yang mereka lakukan tidak sia-sia. Nampak satu dua orang terlihat tak kuat menahan kegembiraan sampai harus dibopoh karena hampir pingsan. Hal itu bisa dimaklumi karena dua ratusan warga tersebut sejak Minggu kemarin, harus menempuh jarak 122 km, Rembang-Semarang untuk melakukan Long March guna mempengaruhi putusan hakim.

demo kendeng5

Sidang sendiri dimulai sejak pukul 10.00 WIB hingga 17.45 WIB tanpa jeda. Puluhan anggota Dalmas menjaga jalannya acara dengan persenjataan lengkap. Satu mobil water canon bahkan disiagakan di pelataran gedung pengadilan.

Selama sidang, ratusan warga terdampak pembangunan itu duduk berpanasan di depan gerbang. Arus lalu lintas pun terpaksa dialihkan menuju jalur lain. Dalam aksi damai tersebut, mereka secara bergantian berorasi sambil membawa bermacam atribut demonstrasi. Tak lupa sebuah liong dibawa untuk menyemarakkan aksi.

Warga Pati yang tergabung dalam JMPPK mengugat ke PTUN Semarang pada awal Maret lalu. Gugatan dilayangkan atas penerbitan SK oleh Bupati Pati Nomor 660.1/4767 tahun 2014 tertanggal 8 Desember 2014 tentang izin lingkungan pendirian pabrik semen serta penambangan di kawasan Karst Pegunungan Kendeng Utara kepada PT SMS. Gugatan dilancarkan karena masyarakat menilai izin lingkungan tersebut tidak sesuai prosedur dan melanggar aturan. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.