Minggu, 25 September 22

Akhirnya Muhaimin Penuhi Panggilan KPK

Akhirnya Muhaimin Penuhi Panggilan KPK

Jakarta, Obsessionnews – Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar, terlihat menyambangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan pemerasan pada Direktorat Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi Kemenakertrans.

“Saya diundang untuk menjadi saksi pak Jamal. Dulu Dirjen ketika saya jadi menteri,” ujar Muhaimin, Rabu (28/10/2015).

Pantauan Obsessionnews, Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa itu tiba di Gedung KPK pukul 09.40 WIB, Rabu (28/10/2015), didampingi politisi rekan separtai, Maman Imanul Haq. Tidak banyak yang disampaikan kepada wartawan, dia mengaktu tidak tahu mengenai kasus tersebut.

“Tidak tahu. Saya tidak tahu,” tegas Muhaimin ketika ditanya tentang kasus pemerasan yang dilakukan mantan anak buahnya, Jamaluddien Malik.

Nama tersebut merupakan tersangka sekaligus Direktur Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (saat ini Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi).

Dalam kasus ini, Jamaluddien diduga melakukan pemerasan untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan cara melawan hukum, memaksa seseorang memberikan sesuatu, atau menerima bayaran terkait kegiatan tahun anggaran 2013-2014 dan dana tugas pembantuan tahun anggaran 2014.

Muhaimin diperiksa dalam kapasitasnya sebagai Menakertrans saat korupsi itu terjadi. Ia seharusnya diperiksa pada Jumat (23/10) lalu, karena mengaku sakit sehingga minta dijadwalkan ulang pada hari ini. Dalam kasus ini, KPK belum dapat menghitung besaran kerugian negaranya.

KPK menetapkan Jamaluddien sebagai tersangka dalam kasus ini pada 12 Februari 2015. Ia disangkakan pasal 12 huruf e, huruf f atau pasal 23 UU No 13 tahun 1999 jo pasal 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 421 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 UU KUHP.

Jamaluddien sendiri sudah ditahan di rumah tahanan KPK Jakarta Timur Kelas 1 di Detasemen Polisi Militer (Denpom) Guntur sejak 10 September 2015 lalu. Dalam waktu dekat berkas penyidikannya akan segera dilimpahkan ke tahap penuntutan untuk selanjutnya disidangkan di Pengadilan Tipikor. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.