Sabtu, 8 Oktober 22

Akhir Tahun, Bandung Gulirkan Pasar Ramah Lingkungan

Akhir Tahun, Bandung Gulirkan Pasar Ramah Lingkungan

Bandung, Obsessionnews – Terkait permasalahan sampah dan lingkungan yang dihasilkan pasar tradisional, Humas PD Pasar Kota Bandung, Iqbal Firman berjanji akhir tahun ini akan gencar melaksanakan 2 Program Ramah Lingkungan bagi Pasar-Pasar Tradisional di Kota Bandung.

“Sudah dua Program ramah lingkungan dijalankan oleh PD Pasar dalam menangani hal ini yaitu , penggunaan kantong Plastik ramah lingkungan dan penggunaan Biodigester,” paparnya pada Bandung Menjawab , Kamis (8/10) di Kantor Diskominfo (Dinas Komunikasi dan Informatika) Kota Bandung.

Berkaitan dengan plastik ramah lingkungan Iqbal menjelaskan masa urai plastik ini hanya 1-2 tahun, karena terbuat dari Singkong.

“Dengan plastik ramah Lingkungan yang hanya 1-2 tahun akan hancur diharapakan sampah non organik akan terreduksi karena dibanding sampah plastik biasa waktu urainya 100-200 tahun “ ungkapnya.

Iqbal mengklaim penggunaan kantong plastik ramah lingkungan telah disosialisasikan oleh PD Pasar di awal tahun 2015, dan sudah berjalan di 3 pasar tradisional Kota Bandung.

“Tahun 2015 sudah disosialisasikan dan sudah berjalan di Pasar Sederhana, Pasar Kosambi dan Pasar Karapitan. sementarauntuk Biodigester berkapasitas 2 ton sudah diresmikan Pa Wali di Gedebage Bulan Lalu,” ujarnya.

Iqbal menegaskan akhir tahun ini seluruh pasar akan diberikan sosialisasi untuk menggunakan pastik ramah lingkungan.

“Sementara saat ini sedang berjalan sosialisasi di Pasar Astana Anyar , Cihaurgeulis dan Gedebage dan diharapkan pada akhir tahun semua pasar sudah ter sosialisasi,” tegasnya

Berkaitan dengan Biodigester Iqbal menandaskan saat ini PD Pasar sedang melakukan verifikasi berkaitan dengan produksi sampah Organik yang di keluarkan oleh pasar menyusul Tempat Penampungan Sampah yang berada dipasar kerapkali digunakan penduduk sehingga apabila dihitung secara total akan 3 kali lipat lebih besar dari sampah yang dikeluarkan oleh pasar.

“Berdasarkan hasil pengamatan dari PD Pasar Bermartabat, setiap harinya sampah dari pasar Induk Gedebage yang dibuang ke TPA sebanyak 25,25 m3/hari, dimana 70% adalah sampah organik pasar,” terangnya.

Berkenaan dengan pengelolaaan dan pemrosesan Sampah Organik di Pasar , Iqbal menjelaskan hanya sampah organik saja yang akan diproses oleh biodigester karena untuk non organik biasanaya sudah terpilah di TPS.

“Sampah Organik yang di proses akan dibuat Pupuk Cair dan Gas sedang untuk sampah Non Organik biasanya di TPS dan TPA sudah dipilah oleh pemulung dan atau oleh Petugas Kebersihan,” terangnya.

Mengakhiri Bandung Menjawab Iqbal menegaskan kembali bahwa penanganan sampah di Pasar Tradisional memang perlu didukung selain oleh sarana juga oleh pengguna pasar sendiri agar dapat di wujudkan Pasar Tradisional yang Ramah Lingkungan kedepannya.

“Untuk penggunaan Kantong Plastik Ramah Lingkungan sudah pasti para pengguna pasar harus mau merubah kebiasaan mereka, sedangkan berkaitan dengan biodigester sudah pasti dapat mereduksi pengeluaran sampah dari pasar , tinggal mungkin peningkatan kapasitas yang diperbesar,” Pungkasnya. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.