Kamis, 26 Mei 22

Akhir Pekan Ini Smesco Gelar Rembug Kopi Nusantara dan Award Bagi UKM Berprestasi

Akhir Pekan Ini Smesco Gelar Rembug Kopi Nusantara dan Award Bagi UKM Berprestasi
* Direktur Utama LLP-KUKM Emilia Suhaimi. (Foto: Humas Smesco Indonesia).

Jakarta, Obsessionnews.com – Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (LLP-KUKM), Kementerian Koperasi dan UKM akan menggelar even tahunan bertajuk Rembug Kopi Nusantara 2018. Acara itu berlangsung di Exhibition Hall, Gedung Smesco Indonesia, Jakarta, mulai Jumat (26/10/2018) hingga Minggu (28/10/2018).

Direktur Utama LLP-KUKM Emilia Suhaimi mengatakan tujuan diadakan even ini untuk mengangkat dan mengenalkan keanekaragaman kopi nusantara, sekaligus sebagai suatu upaya untuk menyatukan potensi yang ada dari komoditas kopi Indonesia yang sudah terkenal ke mancanegara. 

Diketahui bahwa perkebunan kopi Indonesia yang mencapai 1,3 juta Ha telah menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara produsen ke-4 terbesar di dunia. Disamping itu citarasa kopi yang dipunyai Indonesia tak sekedar biasanya saja, melainkan bercitarasa tinggi hingga terkenal oleh masyarakat dunia.

Karena itu, melalui acara ini Smesco Indonesia ingin memberi ruang gerak kepada para pelaku KUKM dengan potensi yang dimiliki untuk mengekspresikan, dan mempromosikan hasil kreativitas mereka kepada masyarakat luas, sehingga masyarakat akan semakin mengenal produk-produk lokal berkualitas.

“Kami sengaja akan mengundang para pelaku UKM di bidang kopi untuk dapat berkumpul dan saling bersinergi dalam rangka mem-branding produk kopi unggulan dari masing-masing daerah sehingga bisa menjadi suatu potensi yang luar biasa,” ujar Emilia, Rabu (24/10/2018).

Emilia berharap, melalui kegiatan tersebut masyarakat, pebisnis, asosiasi, eksportir dan juga pencinta kopi akan lebih mengenal berbagai hal tentang kopi. Mulai dari proses penanaman, panen, dan pengolahan biji kopi, serta ciri khas rasa kopi lokal yang sangat beragam dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Melalui kegiatan Smesco Rembug Kopi Nusantara ini, diharapkan akan memberi pemahaman tentang dunia perkopian Indonesia kepada masyarakat luas, sehingga bagi para pengusaha skala mikro, kecil, dan menengah dapat memanfaatkan peluang usaha di bisnis kopi ini,” ujar Emilia.

Berbagai kegiatan menarik akan digelar selama tiga hari pelaksanaan even tersebut. Mulai dari gimmick interaktif untuk mengenalkan kepada pengunjung perjalanan dari sebuah biji kopi menuju secangkir kopi yang siap diminum. Gimmick berupa showcase semua alat yang diperlukan untuk proses ini, dan video singkat yang menjelaskan masing-masing alat.

“Memberikan atraksi atau pengetahuan tentang kopi sesuai khas masing-masing, seperti cara membuat dan menyantap minuman kopi tiam atau kopi tarik, kopi arang/kopi joss, kopi khas timur tengah, dan sebagainya,” papar Emilia.

Selain itu akan mengenalkan seni barista dan teknik-teknik untuk kopi kepada para pengunjung yang hadir. Setiap barista secara bergiliran akan dipersilahkan untuk menunjukkan skill dan teknik yang dimiliki di atas panggung dengan durasi waktu tertentu.

Ada juga even Bincang Asik yaitu sebuah diskusi ringan untuk mengenalkan minuman kopi lokal yang bisa dinikmati oleh semua generasi, termasuk generasi milenial. Bincang Asik diisi oleh Andanu Prasetyo selaku pemilik dari usaha Kopi Tuku, yang sedang berkembang sebagai bisnis kopi lokal yang modern. 

Kegiatan workshop juga akan ada di sana untuk mengajarkan dasar dari ilmu branding dan desain, dengan praktek langsung dari media layar pada stage. Pemateri kemudian menggunakan aplikasi editing yang sederhana untuk memberi contoh konsep desain yang baik, seperti bentuk, pemilihan warna, dsb.

Empat kementerian, yakni Kemenkop dan UKM, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Pariwisata akan hadir dalam acara tersebut. Termasuk dari Coffee Connecting People, Duta Kopi Indonesia, Indonesia Latte Art Artist, Indonesian Sustainable Coffee Cooperative, SMK Pariwisata, Mahasiswa Fakultas Perhotelan.

Begitu juga dari Badan Ekonomi Kreatif, perwakilan kantor kedutaan negara-negara sahabat, Asosiasi Duta Indonesia, Coffee Lover’s Indonesia, Dewan Kopi Indonesia, Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia, Gabungan Eksportir Indonesia, serta Indonesia Bakers dan Convectioners Society.

Pada saat yang sama, LLP-KUKM juga akan menggelar Smesco Award sebagai ajang pemberian penghargaan kepada pengusaha yang mampu mengembangkan kreasi dan inovasi yang tinggi, serta mampu menginspirasi dunia usaha. Diharapkan melalui even ini UKM dapat bangkit dan berprestasi sehingga mampu berperan serta dalam menggerakan roda perekonomian nasional.

“Penghargaan ini dapat menggugah munculnya para usahawan baru yang kreatif, inovatif dan menginspirasi tumbuhnya dunia usaha sehingga dapat menambah jumlah angkatan kerja di Indonesia,” kata Emilia.

Smesco Award lanjut Emilia juga sebagai forum inspirasi bagi para pelaku UKM lain untuk semakin giat dan kreatif dalam mengembangkan usahanya, dan sebagai positive campaign dari program pemerintah dalam mencetak lima juta wirausaha hingga 2019. Output kegiatan ini tersedianya data mengenai UKM potensial yang mempunyai daya dobrak usaha kreatif dan inovatif.

“Bagi para pengusaha yang mendapat penghargaan ini diharapkan nilai tambah ekonomi mereka meningkat, terbukanya akses permodalan, terbukanya jaringan pasar, dan terjalin melalui jaringan informasi technologi,” ujarnya.

Ajang gelar para pengusaha sukses yang tampil dalam Smesco Award kali ini adalah mereka yang telah melalui seleksi cukup ketat. Antara lain dengan memantau kapasitas usaha yang telah dijalani, kelayakan usaha serta dampak ekonomisnya terhadap lingkungan sosial.

Selain melakukan survey langsung ke lapangan, proses penyaringan pemenang dilakukan melalui lembaga atau wadah organisasi yang sudah dikenal sebagai pembina para pelaku UKM. Lembaga terkemuka tersebut antara lain Kadin, HIPMI, IWAPI dan IPEMI.

Penilaian Smesco Award 2018 dilakukan melalui penghitungan bobot yang diberikan kepada masing-masing penilaian kualitatif dan kuantitatif dengan skor dan variabel-yang ditentukan oleh dewan juri yang ditunjuk oleh penyelenggara. Untuk proses penilaian dilakukan dalam tiga tahap, yakni tahap seleksi wirausaha, tahap kunjungan lapangan, dan tahap rekomendasi.

“Dalam konteks tersebut, Majalah Peluang bekerja sama dengan LLP-KUKM menghimpun sejumlah UMKM maupun pelaku usaha start-up yang dinilai mampu membangun usahanya dengan produk-produk yang unik dan kreatif,” pungkas Emilia. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.