Kamis, 9 Desember 21

Akbar: Tommy Marah Karena Golkar Dipermalukan

Akbar: Tommy Marah Karena Golkar Dipermalukan

Jakarta, Obsessionnews – Kisruh konflik internal Partai Golkar semakin memanas dan belum menemukan solusi tepat siapa yang harus menjadi Pemimpin di tingkat pusat Partai Beringin ini. Terakhir, kubu DPP Golkar versi Munas Ancol yang dikomandani Agung Laksono berupaya merebut kantor Fraksi Partai Golkar (FPG) DPR RI yang dikuasai kubu hasil Munas Bali pimpinan Aburizal Barkrie.

Hingga akhirnya, Pentolan Pemuda Pancasila Yorrys Raweyai selaku Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar kubu Agung Laksono sempat memimpin sejumlah massa yang diklaim kubu Agung merebut paksa ruang pimpinan FPG DPR di lantai 2 Gedung Nusantara I DPR RI Senayan.

Akibat kelakuan Yorrys ini memancing kemarahan putra bungsu Presiden Soeharto, Tommy Soeharto.  Maklum, kakak kandungnya Titiek Soeharto duduk sebagai salah satu ketua di kepengurusuan DPP Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie.

Hal itu diakui oleh Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung kepada obsessionnews.com, usai ia menghadiri acara pelantikan Ketua DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto di kantor DPP Gerindra, Rabu (8/4/2015).

“Kalau Pak Tommy itu tidak senang dengan cara-cara yang dilakukan pada saat penutupan. Dimana dia sendiri merupakan kader partai Golkar, apalagi pada waktu peristiwa katakanlah perebutan Fraksi di kantor Fraksi itu mengakibatkan anggota-anggota DPR tidak bisa keluar dari ruang fraksi dimana salah satu anggota DPR-nya adalah bu Titik Soeharto tentu dia marah dengan cara begitu dilakukan,” ujarnya.

Senior Golkar ini menganggap bahwa pendudukan yang dilakukan kubu Agung Laksono dalam perebutan fraksi di kantor Fraksi Golkar pada tempo lalu (30/3/2015) tidak wajar. Kalau memang berbeda, ya berbeda saja tapi melalui cara-cara yang benar, cara-cara yang rasional. Bukan cara seperti itu, itu kan cara yang kasar tidak memperlihatkan sifat-sifat yang baik. Kalau dengan cara-cara begitukan siapa saja tidak disetujui dan kalau begitukan siapa saja bisa bereaksi apalagi orang rata-rata bahwa dia bagian dari organisasi yang diganggu.

Menurut Akbar reaksi Tommy Soeharto dipicu karena adanya aksi dari kubu Agung telah menduduki Kantor Golkar, hingga menyebabkan anggota-anggota DPR dari Golkar tidak bisa keluar. “Sebab di dalam itu ada Mba Titik, ada kakaknya tentunya Tommy merasa sebagai saudara dan dia merasa bagian dari partai Golkar dan dia merasa kok Partai Golkar dilakukan seperti ini gitu lho, wajar aja. Termasuk juga mas Bambang bereaksi dia cek Mas Tommy, ternyata setelah di cek dia membenarkan langkah-langkah yang dilakukan Mas Tommy, kan itu hal yang biasa aja,” tutupnya. (Asma)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.