Jumat, 7 Agustus 20

Ajakan Islah Kubu Djan Faridz untuk Cari Simpati

Ajakan Islah Kubu Djan Faridz untuk Cari Simpati

Ajakan Islah Kubu Djan Faridz untuk Cari Simpati

Tidak ada hujan tidak ada petir, mendadak Pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Djan Faridz mengajak islah kubu Romahurmuzij (Romi). Ajakan islah seperti dikemukakan Sekjen PPP kelompok Djan Faridz, yakni Dimyati Natakusama. Menurutnya kedua kubu perlu bersatu kembali agar kuat dan utuh, sebab percuma bertikai tho, akhirnya tidak dapat apa-apa. Pertanyaan dan persoalannya adalah mengapa tiba-tiba sikap kubu Djan Faridz mengajak damai? Dan mungkinkah ditanggapi kubu Romi?

Ini mungkin sedang jamannya orang berakrobat politik, berzig-zag sebagaimana  dilakukan Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar hasil Munas Bali, Aburizal Bakrie (ARB). Dia berzig-zag dengan lincahnya tidak peduli sikap dan caranya tersebut dicibir dan dikatawain orang, yang penting bagi dia asal selamat. Tidak peduli  anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu.

Tidak peduli publik terheran-heran akan sikap kubu Djan Faridz, asalkan mereka selamat apa pun dilakukan. Mengapa? Karena posisi sekarang ibarat permainan bola kubu Djan Faridz sudah ketinggalan banyak gol. Dan kubu Romi berada di atas angin, sehingga untuk menyamakan kedudukan nampaknya nyaris mustahil. Bahkan nertambah kemasukan gol hampir pasti, sebaliknya untuk menang sangat tipis kemungkinannya.

Maka agar tidak banyak kemasukan gol lagi, cara paling aman adalah dengan menghentikan pertandingan. Pertanyaanya adalah apakah lawan mau berhenti bermain? Dan apakah wasit akan membenarkan cara seperti itu? Di sepakbola cara semacam itu, berhenti sepihak boleh saja, tetapi itu bisa dianggap walk out (WO) dan tidak bisa menghentikan dari kekalahan. Malahan  skorenya bisa bertambah lima gol kemasukan.

Di jagad politik pun keadaan bisa terjadi  hampir sama dengan di sepak bola,  ajakan islah kubu Djan Faridz boleh saja. Namun hampir pasti ajakan islah tersebut tidak berarti lantas kepengurusan DPP PPP versi Romi akan bubar dan melebur ke dalam kubu Djan Faridz. Sebaliknya jika ajakan islah itu terus berlanjut, dipastikan kubu Romi akan memberikan penawaran yang cukup tinggi. Misalkan islah boleh saja, asal kubu Djan Faridz  mau melebur ke dalam kubu Romi. Mengapa?

Karena seperti dikemukakan di atas, sekarang posisi kubu Romi sedang di atas angin. Indikasinya dari jumlah anggota DPR PPP yang ada di Senayan, sebagian besar bergabung ke kubu Romi. Dan kelebihan kubu Romi lainnya bahwa mereka dengan tegas mendukung pemerintah, sekaligus keluar dari Koalisi Merah Putih (KMP). Meskipun pada akhirnya kubu Djan Faridz juga mengatakan hal yang sama, keluar dari KMP. Namun banyak pengamat menilai sudah terlambat.

Pertanyaannya adalah, apakah mungkin kubu Djan Faridz mau menerima tawaran semacam itu? Sepertinya sangat tidak mungkin kubu Djan Faridz menerima usulan semacam itu, mereka tentu mau akur dengan catatan saling menguntungkan.Dan bicara saling menguntungkan tentu kubu Romi  tidak akan mau mengingat mereka sudah memasukan banyak gl ke gawang Djan Faridz. Ini kita yakin sangat dimengerti benar oleh pihak Djan Faridz.

Lantas mengapa mereka mengajak islah yang nampaknya sangat sulit dipenuhi? Tujuannya tidak lain untuk mencari simpati public, setelah semuanya gagal total. Misalnya, meskipun mereka sudah bergabung dengan KMP, nyatanya jabatan Pimpinan DPR dan MPR tidak mereka peroleh. Justeru Partai Demokrat (PD) yang bukan anggota KMP malah dapat kursi. (Arief Turatno, wartawan senior)

 

Related posts