Minggu, 16 Mei 21

Ajak Investasi, Ridwan Hisjam Pimpin Diplomasi Dewan ke UEA

Ajak Investasi, Ridwan Hisjam Pimpin Diplomasi Dewan ke UEA
* Pimpinan Komisi VII Ridwan Hisjam. (Foto: Dokumen Pribadi)

Dubai, Obsessionnnews.com – Komisi VII DPR RI yang dipimpin Ridwan Hisjam telah selesai melakukan kunjungan kerja ke Uni Emirat Arab (UEA) (20-26 Juli 2019). Banyak hal yang telah dilakukan para rombongan anggota dewan, yang didampingi pejabat SKK Migas, Kementerian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, dan PT. PLN (Persero) selama berada di Dubai.

Beberapa di antaranya adalah melakukan kunjungan lapangan dan pertemuan dengan para pengusaha UEA. Khususnya berkaitan dengan pengembangan energi terbarukan dan pengelolaan lingkungan hidup untuk daerah reklamasi.

Salah satunya adalah melakukan pertemuan dengan Chief Exeutive Officer (CEO) Mubadala Company (perusahaan yang membangun dan mengelola kota Masdar) di Gedung Masdar City-Abu Dhabi, Selasa (23/7/2019). Pertemuan diadakan untuk memungkinkan diadakan kerja sama investasi.

Ridwan Hisjam menyampaikan, kerja sama tidak akan tercapai tanpa ada hubungan yang baik. Karena itu, kedatangannya kali ini ke negeri petro dollar dalam rangka mempererat hubungan baik antara Indonesia dan Uni Emirat Arab, khususnya terkait peningkatan investasi di sektor energi, sumber daya mineral, pengelolaan lingkungan hidup, riset dan teknologi.

“Hubungan baik bilateral antara Indonesia dan Uni Emirat Arab, perlu kita jaga dan pererat khususnya peningkatan kerjasa sektor ESDM, Riset dan Teknologi, serta pengelolaan lingkungan hidup,” ungkap Ridwan dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/7/2019).

CEO Mubadala Company, Mohamed Ahmed Al Ramahi, menyampaikan bahwa Uni Emirat Arab memiliki perkembangan yang pesat dalam pengembangan energi terbarukan, khususnnya dibangun kota masdar (Masdar City) sebagai ikon kota yang zeo karbon, mengoptimalkan penggunaan energi terbarukan khususnya solar PV, dan pengembangan inovasi smart city.

“Kami membangun Masdar City bukan hanya sebuah proyek terkait energi terbarukan, namun kami membangun peradaban manusia untuk beralih mengoptimalkan penggunaan energi terbarukan” ungkap Al Ramahi.

Lebih lanjut Al Ramahi menyampaikan bahwa pihaknya saat ini berencana membangun pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung terbesar di dunia sebesar 140 MW dan berada di Indonesia, tepatnya di waduk Cirata. Sebab itu, pihaknya juga ingin meminta dukungan dari Pemerintah Indonesia.

“Kami memerlukan dukungan dari Pemerintah Indonesia, DPR RI dan PLN agar proyek kai tersebut dapat terwujud, lanjutnya.

Ridwan menyambut baik keinginan dari Mohamed Jameel al Ramahi yang akan membangun PLTS terapung terbesar di dunia yang rencana di Waduk Cirata-Purwakarta. Menurutnya, saat ini Indonesia juga tengah gencar membangun energi terbarukan, dan masih perlu dukungan semua pihak.

“Kami mendukung terhadap rencana pembangunan PLTS terapung terbesar di dunia tersebut, tentu ini akan menjadi lompatan yang bagus bagi kita semua dalam pengembangan energi terbarukan khususnya di Indonesia,” jelas Ridwan.

Riwan berharap CEO Mubadala Company Mohamed Jameel Al Ramahi ke depan juga bisa membangun PLTS komunal di pulau-pulau kecil di daerah perbatasan di Indonesia. Di tengah keterbatasan energi fosil, energi terbarukan bisa menjadi solusi penting di daerah terpencil.

“Jadi kami berharap kunjungan ini bisa memberikan dampak positif bagi pembangunan energi terbarukan di Indonesiaa, dengan penanaman investasi yang sama-sama saling menguntungkan,” jelasnya.

Mubadala Company merupakan perusahaan papan atas di bidang energi baru dan terbarukan. Perusahaan ini adalah salah satu investor yang bakal membenamkan modalnya di Indonesia. Dalam kerja sama ini, pihaknya memprioritaskan pekerja lokal. Mereka hanya akan membawa modal dan teknologi baru.

“Dengan harga murah dan kompetitif, mereka akan tetap mengutamakan konten lokal dengan kualitas yang yang prima,” jelasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.