Selasa, 29 September 20

Airin Beri Catatan Penting kepada 41 Pejabat Tangsel yang Baru Dilantik

Airin Beri Catatan Penting kepada 41 Pejabat Tangsel yang Baru Dilantik
* Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany melantik 41 pejabat pengawas, administrator, dan Kepala UPT Kesehatan lingkup Pemkot Tangsel, di Ruang Blandongan,Tangsel, pada Selasa (11/8/2020). (Foto: Humas-Kominfo)

Jakarta, Obsessionnews.comWali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany melantik 41 pejabat pengawas, administrator, dan Kepala UPT Kesehatan lingkup Pemkot Tangsel, di Ruang Blandongan,Tangsel, pada Selasa (11/8/2020).

Dalam keterangan tertulisnya yang diterima obsessionnews.com, Kamis (13/8), Airin memberikan catatan penting untuk pejabat Tangsel yang baru dilantik itu. Pejabat pengawas adalah tingkatan pejabat yang tugasnya lebih membutuhkan aspek kemampuan teknis yang memadai.

Untuk itu Airin meminta kepada pejabat yang dilantik agar benar-benar memahami secara mendalam pekerjaan yang menjadi tanggungjawabnya. Dia menyampaikan, agar pejabat Tangsel selalu menanamkan prinsip bahwa ‘saya harus memahami betul apa yang saya kerjakan’.

“Bawahan atau staf memerlukan arahan dan bimbingan. Untuk melakukan ini, maka para pejabat pengawas harus memahami detail pekerjaannya,” ujar Airin.

Terkadang dalam menjalankan tugasnya, lanjut Airin, staf menemui permasalahan yang harus didiskusikan dengan pejabat diatasnya. Jika para pejabat itu tidak memiliki pemahaman yang memadai, maka akan sulit mencari jalan keluar atau solusi dari permasalahan tersebut.

Selanjutnya, jika pekerjaan yang dilakukan terkait erat dengan pekerjaan di lapangan, lakukan kunjungan, monitoring atau pemantauan langsung. Jangan hanya menunggu laporan dari staf atau bawahan.

“Kita akan memiliki gambaran yang lebih utuh jika dapat melihat langung kondisi yang ada di lapangan. Pemantauan ke lapangan akan sangat berguna untuk mengetahui secara rinci dan mendalam tentang semua hal yang terkait dengan pekerjaan, “jelasnya.

Melalui pemantauan dan monitoring itu, kendala atau hambatan yang ada akan cepat teridentifikasi. Semakin cepat kendala atau permasalahan teridentifikasi, maka akan semakin baik, karena kita memiliki waktu lebih untuk mencari solusinya.

Airin pun meminta kepada yang dilantik dan diambil sumpahnya untuk memiliki kemampuan mengelola staf dengan baik. “Jadi pejabat harus mampu memberdayakan, melaksanakan pendistribusian tugas dan melaksanakan monitoring staf dengan baik,”pintanya.

Dia juga menekankan, bagi staf yang dipromosikan dan dilantik mulai bekerja dengan baik dan menjadi seorang pemimpin di unit kerjanya masing-masing. Oleh karena itu, tunjukkan  sikap, karakter dan perilaku sebagai seorang pemimpin.

“Dan tidak bisa lagi bersikap dan berperilaku sebagai seorang staf,” tegasnya.

Menurut dia, menjadi pemimpin bukan hal yang sederhana. Menjadi pemimpin bukan hanya sekedar memiliki kewenangan untuk memerintah, mengkoordinir dan mengendalikan. “Namun lebih dari itu, menjadi pemimpin adalah tentang bagaimana menjalankan amanah dengan baik, bagaimana menumbuhkan motivasi bawahan, bagaimana dapat dipercaya oleh bawahan, dan bagaimana memikul tanggung jawab,” ungkapnya.

Sebagai seorang pemimpin, tidak bisa mengharapkan bawahan atau staf berkinerja baik, jika pimpinan sendiri tidak memiliki kinerja yang baik. “Apa yang saudara perlihatkan dan lakukan akan dilihat dan dinilai oleh bawahan saudara,” beber Airin.

Oleh karena itu, dia meminta kepada pejabat yang dilantik untuk dapat menunjukkan kepemimpinan yang baik. “Tunjukkan bahwa saudara layak untuk memikul tanggung jawab lebih. Tunjukkan bahwa saudara dapat diandalkan untuk dapat mewujudkan apa yang menjadi tujuan dari unit kerja yang saudara pimpin,” ujar Airin. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.