Selasa, 9 Agustus 22

Air Sungai Keruh Saat Pencarian Anak Ridwan Kamil yang Hilang

Air Sungai Keruh Saat Pencarian Anak Ridwan Kamil yang Hilang
* Sungai Aare, Bern, Swiss. (Ist)

Kondisi air sungai Aare di kota Bern, Swiss terligat agak keruh saat dilakukan pencarian anak sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Khan Mumtadz (Eril) yang hilang tertelan arus air sungai saat berenang.

Dubes RI di Swiss, Muliaman Hadad mengatakan, kondisi tersebut di luar normal kualitas air sungai. Kendati demikian tim SAR Swiss terus melakukan pencarian ke beberapa titik lokasi sungai Aare.

“Seperti tadi saya sempat singgung suhu air pada saat kejadian sekitar 16 derajat celcius dengan tingkat kekeruhan yang tadi saya sampaikan sebetulnya agak keruh dibandingkan kalau situasi optimalnya air itu biru bening dan terutama kalau lama tidak ada hujan musim panas kekeruhan itu berkurang sehingga dengan demikian terlihat warnanya biru dan bening,” kata Muliaman Hadad dalam konferensi pers, Sabtu (28/5/2022).

Diberitakan sebelumnya, tim penyelamatan menerjunkan kapal kecil hingga drone untuk mencari pria berusia 23 tahun itu. Cakupan area pencairan hingga 17 kilometer di sepanjang sungai Aare mencari pria yang akrab disapa Eril itu.

“Metode pencarian yang dilakukan pada Jumat (27/5) adalah menggunakan perahu dan disesuaikan dengan situasi setempat,” ucap Muliaman Hadad .

Menurut rencana keluarga, putra sulung Ridwan ini berencana melanjutkan sekolah di Swiss. Di sela persiapan studi, ia berenang bersama adik dan teman-temannya.

Ketika akan naik ke permukaan, Eril dikabarkan terseret arus yang deras. Ia sempat berusaha ditolong tetapi ia tetap terbawa arus padahal cuaca cerah.

Saat kejadian tersebut, Ridwan sedang berada di Inggris dalam rangka kegiatan pemerintahan di luar negeri bersama delegasi dari Pemprov Jawa Barat.

Kami mohon doa agar Eril dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat dan baik. Dapat berkumpul kembali bersama keluarga dalam keadaan sehat walafiat,” ujar perwakilan keluarga Ridwan Kamil, Elpi Nazmuzzaman dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/5).

Eril Berenang, Ibunya Nunggu di Darat
Putra sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril disebut berenang bersama dengan beberapa warga negara Indonesia (WNI) di Swiss sebelum hilang terseret arus sungai Aare.

Paman Eril, Elpi Nazmuzzaman mengatakan WNI tersebut merupakan teman keponakannya. Selain mereka berdua, adik Eril juga ikut masuk ke sungai.

“(Berenang) bersama siapa, bersama kawan mereka yang dikenal, yang memang sudah lama tinggal di Swiss,” kata Elpi dalam konferensi pers, Sabtu (28/5).

Lantaran bersama orang sudah lama tinggal di Swiss, kata Elpi, aktivitas berenang dinilai lebih aman. Eril dan keluarganya tidak ditemani protokoler Pemprov Jawa Barat karena keperluan di Swiss bukan agenda pemerintah.

Eril juga memilih lokasi berenang yang aman, seperti tempat yang memang digunakan wisatawan lain. Bahkan, berdasarkan informasi keluarga, di lokasi tempat Eril berenang juga terdapat lansia dan balita.

“Artinya dalam konteks safety ini berenang bersama orang yang sudah lama tinggal di Swiss dan memperhatikan situasinya,” tutur Elpi.

Selain itu, Eril juga mengatur hanya tiga orang dari rombongannya yang berenang di sungai Aere. Ia memastikan, ibunya, Atalia Kamil tidak ikut masuk ke dalam air.

Namun, sayangnya saat berenang, Eril terseret arus Sungai Aere yang saat itu dinilai lebih tinggi dibanding dua hari terakhir.

Eril disebut sempat memastikan adik dan temannya selamat naik ke daratan sebelum ia terseret arus. Berdasarkan informasi keluarga Eril memang mengambil posisi paling belakang untuk memastikan keamanan.

“Keponakan kami ini pemuda yang bertanggung jawab jadi insting alamiahnya walaupun tidak diminta menjaga kelompok,” kata Elpi.

“Termasuk memastikan ibunya tidak ikut turun,” sambungnya.

Sebelumnya, putra sulung Ridwan Kamil, Eril hilang saat berenang di sungai Aere, Kamis (26/5) siang waktu setempat. Eril disebut terseret arus sungai yang cukup deras.

Menurut Elpi, saat itu Eril sedang berada di Swiss untuk mencari sekolah dan beasiswa.

Pihak KBRI Bern mengatakan saat ini pencarian Eril menjadi prioritas polisi di Swiss. Polisi yang terdiri dari polisi sungai, polisi medis, dan pemadam kebakaran melakukan pencarian dengan berbagai metode, termasuk drone, kapal, dan penyelaman. (CNNIndonesia/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.