Kamis, 14 November 19

AHY Jawaban Demokrat, Penerus SBY

AHY Jawaban Demokrat, Penerus SBY
* Max Sopacua berbicara dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (13/6/2019). (Foto: Media Indonesia)

Jakarta, Obsessionnews.com – Sejumlah pendiri dan senior Partai Demokrat menyampaikan rasa keprihatinannya dengan perolehan suara partai pada pemilihan anggota legislatif 2019. Perolehan suara Partai Demokrat kali ini anjlok ke angka 7,7 persen. Padahal, pada pemilu 2014 lalu perolehan suara partai berlambang mercy itu mencapai 10,9 persen.

“Terkait kondisi ini, diperlukan adanya introspeksi dan evaluasi menyeluruh untuk kemudian bersama seluruh potensi dan kader guna membangkitkan semangat dan mengembalikan marwah serta kejayaan Partai Demokrat,” kata salah satu inisiator gerakan ini, Max Sopacua dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (13/6/2019).

Rasa keprihatinan itu mendorong mereka menginisiasi pembentukan presidium gerakan moral penyelamatan Partai Demokrat, dengan agenda menyiapkan dan melaksanakan Silaturahim Nasional untuk memanggil dan mengundang para kader dan keluarga besar partai Demokrat yang pernah bersama dan berjuang mendirikan.

Targetnya adalah agar Demokrat segera menggelar Kongres Luar Biasa, forum tertinggi untuk memilih ketua umum dan jajaran pengurus. Normalnya, Kongres Demokrat baru akan digelar pada 2020. Namun, para senior mendorong Kongres Luar Biasa digelar lebih cepat.

“Kami mendorong dan melaksanakan suksesnya Kongres Luar Biasa (KLB) selambatnya pada 9 September 2019 mengingat telah berakhirnya Pemilu 2019 dan memasuki masa Pilkada 2020 demi mengembalikan kejayaan Partai Demokrat di 2024,” ujar Max.

Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat itu menyebut nama putera Susilo Bambang Yudoyono, Agus Harimurti Yudhoyono berpeluang mengisi posisi Ketua Umum Demokrat. Namun menurut dia, mekanisme penggantian itu tetap harus disetujui oleh mayoritas peserta Kongres.

“KLB kita tidak susah-susah, Pak SBY tinggal minta AHY memimpin partai ini,” kata dia.

Selain menyoroti perolehan suara Partai Demokrat, para senior tersebut juga menyoroti pengurus Demokrat di lingkaran SBY yang kerap menyampaikan pernyataan kontroversial. Ada tiga nama yang menjadi sorotan, yakni Rachland Nashidik, Ferdinand Hutahaean, dan Andi Arief.

“Mereka kerap melontarkan pernyataan yang tidak sesuai dengan marwah, karakter dan jati diri Partai Demokrat sehingga melahirkan inkonsistensi dan kegaduhan, membenturkan PD dengan Partai, tokoh dan komunitas lainnya, khususnva terhadap ulama dan umat, yang berdampak adanya antipati dan kontraproduktif terhadap PD,” ujar Max.

Max mengatakan, Demokrat juga harus diselamatkan dari para kader-kader yang selalu membuat gaduh. Karena itu tidak mencerminkan sikap politik Demokrat yang mengklaim mengusung kesantun. Dirinya bersama dengan senior dan pendiri Partai Demokrat menginginkan partai berlogo mercy ini kembali ke jalur yang benar, seperti Partai Demokrat di era-era sebelumnya.

“Jadi gerakan moral ini untuk mengembalikan tata cara Partai Demokrat, tidak bisa politikus asal gaduh dan mengatasnakan Demokrat,” tegasnya.

Terpisah, pendiri Partai Demokrat Ahmad Mubarok mengatakan, usulan dari para senior ini akan disampaikan ke ketua umumnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Saat ini sedang mencari jadwal untuk bertemu dengan SBY. “Nantinya akan disampaikan ke Pak SBY usulan-usulan ini, dan akan kami bawa ke Pak SBY,” kata Mubarok.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachlan Nashidik yang mendapat teguran dari para seniornya mengatakan, akan berkonsultasi ke mereka yang keberatan dengan setiap pernyataanya. “Saya nanti akan berkonsultasi pada mereka soal menjaga marwaah partai,” ujar Rachlan.

Rachlan juga mengeluhkan para seniornya yang seharusnya memiliki etika dalam mengkritik juniornya. Sebab sikap seperti itu tidak perlu dilakukan secara terbuka dengan mengundang media. Karena itu bisa dilakukan secara tertutup antara senior dan junior. “Padahal bisa dilakukan tertutup. Ini malah mempertontonkan celana dalam partai kepada orang lain,” tegas Rachlan.

Sementara Kepala Divisi Bidang Hukum dan Advokat Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean enggan menanggapi teguran yang dilakukan para seniornya tersebut. “No comment dulu. Kami lagi menikmati suasana indah ngobrol-ngobrol bersama ketum SBY,” pungkasnya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.