Minggu, 24 Oktober 21

Ahok Ungkapkan Bergabung dengan PDI-P

Ahok Ungkapkan Bergabung dengan PDI-P
* Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. (Foto: Edwin Budiarso/Obsessionnews.com)

Jakarta, ObsessionnewsPDI-P memberi tawaran yang menggiurkan kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Yakni, mengusungnya sebagai calon gubernur (cagub) pada Pilkada DKI 2017 mendatang. Tawaran ini tampaknya membuat Ahok mulai bimbang untuk maju lewat jalur independen atau perseorangan. (Baca: Muda-Mudi Nasdem Dukung Gerakan Sejuta KTP Untuk Ahok)

Tawaran PDI-P itu dengan syarat, yakni PDI-P tidak mau mendukung komunitas relawan Teman Ahok. Padahal  Teman Ahok inilah yang sejak awal mendukung Ahok untuk maju di Pilkada DKI melalui jalur independen. Sejak Juni 2015 Teman Ahok bermanuver mengumpulkan sejuta KTP untuk mendukung Ahok agar mantan politisi Partai Gerindra ini memperoleh tiket Pilkada. Jumlah total KTP yang telah terkumpul hingga Kamis (26/2/2016) mencapai 735.316 KTP. (Baca: Didukung PDI-P, Ahok Siap Diduetkan dengan Djarot Lagi)

Teman Ahok
Para pendiri komunitas relawan Teman Ahok.

Teman Ahok menargetkan sejuta KTP akan tercapai pada Mei 2016. Dan jika hal itu terealisasi, maka di bulan itu Ahok merencanakan akan mendeklarasikan sebagai cagub independen. (Baca: Duet Ahok-Samad Bikin Ngeri Koruptor)

Tapi rencana tersebut tampaknya sulit diwujudkan. Pasalnya, Ahok mengungkapkan keinginannya untuk maju di Pilkada DKI DKI melalui jalur parpol dengan diusung PDI-P. (Baca: Jakarta Butuh Sosok Pemberani Seperti Ahok)

“Ya saya katakan, kalau Teman-teman Ahok bisa penuhi satu juta (KTP dukungan), kita harus menghargai mereka. Cuma kalau bisa ikut dengan PDI-P, alangkah baiknya (mereka) ikut juga PDI-P, juga kan mereka kan,” kata mantan Bupati Belitung Timur itu kepada wartawan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (25/2/2016) sore.

Pernyataan Ahok itu membuat geger para pendukungnya. Berikut tanggapan Teman Ahok melalui keterangan tertulis:

Selamat malam teman-teman, malam ini beredar berita yang membuat telepon kami tak berhenti berdering dan pesan tak henti masuk terkait statement Ahok.

Ada beberapa hal yang hendak kami sampaikan terkait pilihan independen atau lewat jalur parpol bagi Gubernur Ahok, yang semakin banyak menyebutkan nama Teman Ahok.

1. Teman Ahok bukan partai politik, tak punya kepentingan di balik majunya atau terpilihnya Ahok jadi Gubernur. Kami bukanlah partai politik, jadi tak punya mekanisme tawar menawar seperti dan sebagaimana parpol. Kami secara tulus disatukan keinginan bahwa Pak Ahok harus menjadi Gubernur periode ke-2.

2. Teman Ahok tak punya kekuatan politik. Kami cuma  punya 730 ribu KTP warga DKI yg dikumpulkan dan KTP tersebut BUKAN milik Teman Ahok. KTP tsb hanya titipan dari kepercayaan warga ke Pak Ahok, bukan kepada kami.

3. Dibentuknya Teman Ahok pada awalnya adalah kekhawatiran Ahok tidak akan didukung oleh Parpol-parpol. Kami bukan anti-parpol sebagai wadah politik yang sah. Tapi kami sadar juga, jika parpol tidak memperjuangkan Ahok, kami sebagai warga juga bisa memperjuangkan beliau. Semoga ini bisa menjadi pelajaran kepada Parpol agar lebih mendengarkan suara warga ketimbang elite saja.

4. Karena kami tidak ada kepentingan, dan KTP ini hanya titipan warga, kami tetap akan memberikan KTP tersebut nanti kepada Pak Ahok. Pilihan maju independen atau lewat Parpol adalah Hak Pak Ahok. Dan jika kami dilibatkan oleh Pak Ahok dalam negosiasi atau pemilihan wakil dan lain-lain, hal tersebut merupakan kebaikan dan kebijaksanaan Pak Ahok sendiri. Kami tidak menuntut hal tersebut. Namun memang sampai saat ini belum ada komunikasi terkait hal tersebut.

5. Karena maju atau tidaknya Pak Ahok lewat Independen adalah hak beliau sendiri, kami hanya akan meminta  setiap keputusan yang diambil nanti dicarikan jalan komunikasi yang tepat. Entah kepada parpol (jika lewat independen), atau kepada ratusan ribu pemilik KTP (jika lewat jalur parpol). Pilihan jalur hendaknya tidak kontraproduktif terhadap tujuan utama, yaitu Pak Ahok jadi Gubernur lagi.

6. Sikap kami, Teman Ahok, sebelum keputusan tersebut final adalah tetap mengupayakan Pak Ahok maju lewat jalur Independen. Bukannya kami tidak percaya Pak Ahok memerintah akan bisa independen (track record telah membuktikan sendiri independensi beliau tak tunduk pada partai), tapi menurut kami pilihan independen akan sangat bagus untuk demokrasi Indonesia. Jalur independen di Jakarta sebagai etalase bangsa akan memupuk kesadaran dari masyarakat Indonesia yang mulai patah semangat dengan perpolitikan di Indonesia. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.