Kamis, 21 Oktober 21

Ahok Tetap Tegar di Tengah Badai

Ahok Tetap Tegar di Tengah Badai
* Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat meresmikan ruang publik terpadu ramah anak di Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, Kamis (17/3/2016). (Foto MIArya Manggala)

Jakarta, Obsessionnews – Ahok, sapaan akrab Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, telah mengambil keputusan berani maju di Pilkada DKI Jakarta 2017 melalui jalur independen atau non-partai. Ia memilih Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Heru Budi Hartono sebagai wakilnya. Duet Ahok-Heru  yang diusung komunitas relawan Teman Ahok dideklarasikan pada Senin (7/3/2016).

Duet Ahok-Heru yang diusung komunitas relawan Teman Ahok dideklarasikan pada Senin (7/3/2016),
Duet Ahok-Heru yang diusung komunitas relawan Teman Ahok dideklarasikan pada Senin (7/3/2016).

Ahok-Heru membutuhkan dukungan sejuta KTP. Penyebaran formulir dukungan untuk Ahok-Heru mulai efektif Jumat (11/3). Dukungan untuk Ahok-Heru terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat. Hal ini terlihat dari terus meningkatnya perolehan KTP. Hingga Kamis (24/3) telah terkumpul sebanyak 263.384 KTP, dan melebihi target Maret sebanyak 225.000 KTP.

Teman Ahok menargetkan syarat minimum yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebanyak 532.000 KTP tercapai pada akhir Mei 2016, dan target sejuta KTP terealisir pada akhir Juni 2016. Pendaftaran calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI pada Agustus 2016. Sedangkan Pilkada akan digelar pada 15 Februari 2017.

Sejumlah warga menyukseskan gerakan pengumpulan sejuta KTP untuk Ahok-Heru di Posko Teman Ahok di Cakung Barat, Jakarta Timur.
Sejumlah warga menyukseskan gerakan pengumpulan sejuta KTP untuk Ahok-Heru di Posko Teman Ahok di Cakung Barat, Jakarta Timur.

Ahok meminta Teman Ahok mengumpulkan sejuta KTP sesuai target awal. Ahok beralasan apabila ada KTP yang diverifikasi KPUD DKI dan dianggap tak memenuhi syarat, masih ada stok.

Partai Nasdem mendukung Ahok-Heru tanpa syarat.
Partai Nasdem mendukung Ahok-Heru tanpa syarat.

Sebelumnya Partai Nasdem secara resmi mendeklarasikan dukungannya pada Ahok, Jumat (12/2). Dukungan partai besutan Surya Paloh ini tanpa syarat, yakni Ahok dipersilakan maju lewat jalur independen, dan Nasdem membantu Teman Ahok dalam percepatan pengumpulan sejuta KTP.

Seiring derasnya dukungan untuk Ahok, besar pula gempuran terhadap Ahok dari lawan-lawan politiknya. Mereka menghalakan segala cara menjegal Ahok agar tak mendapat tiket mengikuti Pilkada. Isu yang mereka tiupkan adalah kasus pembelian lahan Rumah Sakit (RS) Sumber Waras oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov)DKI yang diduga merugikan negara miliaran rupiah. Mereka menuding Ahok terlibat korupsi dalam kasus RS Sumber Waras.

Namun, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan belum menemukan dugaan tindak pidana korupsi dalam kasus RS Sumber Waras. “Kami belum menemukan indikasi dugaan tindakan korupsi, dan perlu penyelidikan lebih lanjut,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo, Jumat (11/3).

Agus juga membantah dalam mengusut kasus ini KPK berpihak kepada Ahok. Menurutnya, KPK bekerja sesuai prosedur tidak terpengaruh dengan persoalan politik antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dengan DPRD DKI‎.

“Kami penegak‎ hukum, apapun data dan alat bukti yang kami terima pasti akan kita proses,” tandasnya.

Tetapi, lawan-lawan Ahok tak menggubris pernyataan Ketua KPK itu. Mereka ngotot agar Ahok dijadikan tersangka . Jika menjadi tersangka, otomatis Ahok tak bisa maju di Pilkada DKI 2017.

Selain kasus RS Sumber Waras, mereka juga mempersoalkan makas Teman Ahok di Graha Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Mereka mendesak Teman Ahok angkat kaki dari rumah yang menempati lahan milik Pemprov DKI tersebut.

Darwis Triadi, fotografer terkemuka Indonesia, menilai wajah Ahok jujur.
Darwis Triadi, fotografer terkemuka Indonesia, menilai wajah Ahok jujur.

Serangan yang membabi butadari lawan-lawan Ahok tersebut membuat kesal Darwis Triadi. Fotografer terkemuka Indonesia ini menilai mereka mencari-cari kesalahan Ahok. Darwis mengkritik lawan-lawan Ahok yang tak punya cara yang lebih gentle dalam menghadapi Ahok. Ia memberi semangat kepada Ahok dan Teman Ahok.

Abis sumber waras yg di ungkit mulu, ini markas temen ahok diungkit.. Ga ada cara yg lbh gentle lg.. Cari2 kesalahan.. Tetap semangat Ahok,” kicaunya di akun Twitternya @darwistriadi, Rabu (23/3).

Darwis mendukung mantan Bupati Belitung Timur ini maju kembali sebagai cagub di Pilkada DKI 2017. Ia ikut terlibat aktif dalam gerakan pengumpulan sejutaKTP untuk Ahok-Heru. Dia menilai Ahok jujur. “Sudah ratusan ribu (orang) saya foto dan saya tau betul membaca wajah dari pengalaman saya dan wajah Ahok adalah jujur, tegas, dan komitmen,” katanya.

Bukan kali ini saja Ahok diserang badai. Jauh sebelumnya saat mendampingi Joko Widodo (Jokowi) di Pilkada DKI 2012, ia diserang dengan isu- isu yang sensitif yang menyangkut suku, agama, ras,dan antargolongan (SARA). Namun, isu tersebut tak mampu mencegah kemenangan Jokowi-Ahok.

Badai kembali menerkam Ahok pada 2014. Berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) berupaya keras menjegalnya menjadi gubernur pada 2014, menggantikan Jokowi yang terpilih menjadi Presiden RI. Tapi, aksi unjuk rasa besar-besaran itu sia-sia. Buktinya Ahok mulus menduduki kursi DKI-1. Ia dilantik oleh Presiden Jokowi pada Senin, 19 November 2014.

Setelah menjadi gubernur, Ahok tanpa kenal takut menyikat orang-orang yang menyalahgunakan dana APBD. Ia berani melawan beberapa anggota DPRD yang kerap mengkritiknya.

Kebijakan Ahok lainnya yang kontroversial adalah menggusur pemukiman liar di Kampung Pulo, Jatinegara, tahun 2015. Penggusuran tersebut mendapat perlawanan dari warga. Namun Ahok tak peduli. Kampung Pulo tetap digusur. Tak asal menggusur, Ahok juga memberi solusi. Yakni, memindahkan warga ke rumah susun sederhana sewa (rusunawa) dengan harga terjangkau.

Gebrakan besar Ahok lainnya adalah menggusur pemukiman warga Kalijodo, Jakarta Utara, yang menempati lahan negara. Februari 2016. Kalijodo yang identik dengan tempat prostitusi itu berhasil digusur, dan warganya dipindahkan ke rusunawa. Sebelumnya berbagai pihak menentang penggusuran Kalijodo.

Sepak terjang Ahok memang menimbulkan pro dan kontra. Termasuk keputusannya maju di Pilkada DKI 2017 melalui jalur independen bersama Teman Ahok. Mantan politisi Partai Gerindra ini tetap tegar di tengah badai serangan lawan-lawan politiknya yang berupaya menjegalnya agar tak dapat mengikuti Pilkada.  (arh) @arif_rhakim

Baca juga:

Mantap! KTP Ahok Melebihi Target

Teman Ahok Buka Hotline, Cegah Penipuan dan Info Palsu

Kagum, PSI Langsung Dukung Ahok

Luar Biasa! Muncul Gerakan Dukung Ahok-Heru dari Belanda

Keren! Inilah Kaos Teman Ahok Model Terbaru

Pesanan Kaos Membludak, Teman Ahok Kelabakan

Dahsyat! Mengalir Deras Dukungan untuk Duet Ahok-Heru

PDI-P Dukung Ahok-Heru di Detik-detik Terakhir Pendaftaran?

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.