Senin, 28 September 20

Ahok Tetap Berpeluang Diusung PDI-P

Ahok Tetap Berpeluang Diusung PDI-P
* Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan istrinya, Veronica Tan.

Jakarta, Obsessionnews.com  – Ahok, sapaan akrab Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, telah mendapat dukungan dari Partai NasDem, Partai Hanura, dan Partai Golkar untuk maju di Pilkada DKI 2017. Total kursi yang dimiliki ketiga partai politik (parpol) itu di DPRD DKI sebanyak 24 kursi. Sementara persyaratan parpol mengusung calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) di DKI adalah minimial memiliki 22 kursi di DPRD.

Meski memenuhi syarat maju sebagai cagub, suami Veronica Tan ini masih mengharapkan dukungan dari PDI-P, yang memiliki kursi terbanyak di DPRD, yakni 28 kursi.  PDI-P yang mampu mengusung cagub dan cawagub sendiri tanpa berkoalisi dengan parpol lain hingga kini belum menentukan siapa cagub yang bakal diusungnya.

“Semua individu termasuk Ahok tetap berpeluang,” kata Hasto kepada wartawan di kediaman Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri, Jl. Teuku Umar, Jakarta Pusat, Selasa (13/9/2016).

Sedangkan untuk cawagub, Hasto menjelaskan PDI-P memastikan mengusung Ketua DPP PDI-P dan Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat.

“Djarot posisinya kita tegaskan jadi bakal calon wakil gubernur DKI,” ucapnya.

Menurut Hasto, sosok yang pas untuk terus menjadi pendamping gubernur DKI Jakarta. Sikap disiplin mantan Wali Kota  Blitar tersebut telah menjadi nilai tambah baginya untuk mendapat dukungan melanjutkan pekerjaan wakil gubernur.

“Pak Djarot rajin sekali pada saat sekolah calon kepala daerah. Sehingga banyak peserta yang terkesan,” ujar Hasto.

Sekadar menyegarkan ingatan di era reformasi PDI-P unjuk gigi di Pilkada DKI. Dalam tiga kali pilkada cagub dan cawagub yang diusung parpol ini selalu unggul, yakni tahun 2002, tahun 2007, dan tahun 2012.

PDI-P sukses mengantarkan duet Sutiyoso dan Fauzi Bowo atau Foke memenangkan Pilkada 2002 yang pemilihannya dipilih oleh DPRD.

Parpol berlambang kepala banteng dengan moncong putih ini kembali meraup kesuksesan pada Pilkada 2007. Ketika itu PDI-P mengusung Foke – Pijanto dalam pemilihan yang langsung dipilih oleh rakyat. Foke – Prijanto berhasil memenangkan pilkada.

Dan yang fenomenal adalah pada Pilkada 2012. Saat itu PDI-P mengusung kadernya, Wali Kota Solo Joko Widodo (Jokowi), berpasangan dengan kader Partai Gerindra, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Duet Jokowi – Ahok berhadapan dengan gubernur petahana Foke yang berpasangan dengan Ketua DPD Partai Demokrat Nachrowi Ramli, Alex Noerdin – Nono Sampono, Hidayat Nur Wahid – Didik J Rachbini, Faisal Basri – Biem Trijani Benyamin, dan  Hendrardji Soepandji – Ahmad Riza Patria.

Sebelum dilakukan pemungutan dan penghitungan suara sejumlah lembaga survei meramalkan Foke – Nachrowi bakal memenangkan pesta demokrasi lima tahun sekali itu. Bahkan diprediksi pilkada hanya berlangsung satu putaran dengan pemenangnya adalah Foke – Nachrowi.

Namun, fakta berbicara lain. Di luar dugaan duet Jokowi – Ahok mampu mendulang suara banyak, bersaing dengan perolehan suara Foke – Nachrowi. Karena tidak ada pasangan cagubdan cawagub  yang memperoleh suara di atas 50%, maka dilakukan pemilihan putaran kedua yang hanya diikuti Foke – Nachrowi dan Jokowi – Ahok.

Dan di putaran kedua tersebut kembali terjadi kejutan. Jokowi – Ahok secara telak mengalahkan Foke – Nachrowi. (@arif_rhakim)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.