Rabu, 27 Oktober 21

Ahok Rangkul Cewek Cantik Sebagai Wakilnya

Ahok Rangkul Cewek Cantik Sebagai Wakilnya
* Penyanyi Raisa dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Jakarta, Obsessionnews – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama semakin pede mencalonkan diri sebagai calon gubernur (cagub) pada Pilkada DKI 2017. Pasalnya, hasil survei dari sejumlah lembaga survei independen menunjukkan pria yang akrab disapa Ahok ini merupakan cagub terkuat dibandingkan calon-calon lainnya. (Baca: PDI-P: Elektabilitas Ahok Tinggi Untuk Kembali Pimpin Jakarta)

Lalu muncul pertanyaan Ahok akan memilih siapa sebagai sebagai calon wakil gubernur (cawagub)? Ternyata Ahok akan merangkul seorang cewek cantik yang tengah melejit popularitasnya di blantika musik. Cewek itu adalah Raisa yang ngetop lewat tembang Could It Be(Baca: Zaskia: Ahok Masih yang Terbaik Untuk Jakarta)

“Aku mau Wagub aku itu Raisa,” kata Ahok bercanda di sebuah hotel di Jakarta, Pusat, Rabu (21/10/2015).

Bukan kali ini saja Ahok menyebut Raisa yang pas mendampinginya. Jauh sebelumnya menjelang dilantik menjadi Gubernur DKI pada 2014, ia berkelakar menginginkan Raisa menduduki kursi Wakil Gubernur. (Baca: Adhyaksa Kagumi Kepemimpinan Ahok)

Ahok telah memutuskan maju sebagai cagub dalam Pilkada DKI 2017 melalui jalur independen. Untuk dapat mengikuti Pilkada persyaratan yang harus dipenuhinya adalah mendapat dukungan sejuta KTP. Sejak Juni 2015 para relawan yang tergabung dalam ‘Teman Ahok’ bergerilya mengumpulkan KTP, dan hingga Kamis (22/10/2015) telah mendapat 327.439 fotokopi KTP. Ditargetkan sejuta KTP dapat tercapai pada Juni 2016. (Baca: Komunitas ‘Teman Ahok’ Gerilya Kumpulkan Sejuta KTP)

Semula Ahok kader Golkar dan terpilih menjadi anggota DPR pada Pemilu 2009. Kemudian mantan Bupati Belitung Timur, Bangka Belitung, itu lompat pagar ke ke Partai Gerindra dan mengikuti Pilkada DKI 2012 sebagai cawagub yang berpasangan dengan Joko Widodo (Jokowi). Duet Jokowi dan Ahok memenangkan Pilkada setelah dua putaran. Saat itu mereka diusung oleh PDI-P dan Gerindra.

Pada 2014 Jokowi terpilih menjadi Presiden. Ahok kemudian naik kelas menjadi gubernur dan dilantik di Istana Negara pada 19 November 2014.

Dan pada 2014 itu pula Ahok angkat kaki dari Gerindra, karena tidak sependapat dengan partai besutan Prabowo Subianto tersebut terkait sistem Pilkada. Ketika itu Gerindra mendukung Pilkada lewat DPRD, sementara Ahok lebih setuju Pilkada dengan cara langsung ditentukan masyarakat. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.