Jumat, 2 Desember 22

Ahok Pernah Marahi Ma’ruf Amin

Ahok Pernah Marahi Ma’ruf Amin
* Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin. (Foto: Istimewa)

Jokowi mengungkapkan alasannya menggandeng Ma’ruf. Menuutnya, Ma’ruf adalah tokoh agama yang bijaksana. Jokowi kemudian menyebut berbagai jabatan yang pernah diemban Maruf. Ma’ruf pernah menjadi anggota legislatif DPRD, DPR, MPR, anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulams (PB NU) hingga sekarang menjabat Ketua Umum MUI.

Dalam kaitannya dengan Kebhinekaan, kata Jokowi, Maruf menjabat anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.

“Kami ini saling melengkapi, nasionalis religius,” ujar Jokowi.

Dalam pertemuan tersebut hadir seluruh pimpinan parpol pendukung, yakni: 1. Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto Kristiyanto 2. Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Sekjen Lodewijk Paulus 3. Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan Sekjen Johnny G. Platte 4. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Sekjen Abdul Kadir Karding 5. Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy dan Sekjen Asrul Sani 6. Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang dan Sekjen Herry Lontung 7. Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie dan Sekjen Raja Juli Antoni 8. Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo dan Sekjen Ahmad Rofiq 9. Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono dan Sekjen Verry Surya Hendrawan.

Adapun tokoh partai politik yang hadir dalam pertemuan ini antara lain Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Selain itu, Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy, Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie, Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo, dan Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono. (arh)

Pages: 1 2 3

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.