Jumat, 9 Desember 22

Ahok Penggusur Paling Brutal dalam Sejarah Indonesia

Ahok Penggusur Paling Brutal dalam Sejarah Indonesia
* Ahok di Kejaksaan Agung, Kamis (1/12/2016). Foto: Edwin B/Obsessionnews.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Badai seakan tak pernah berhenti menimpa Basuki Tjahaja Purnama. Pria yang akrab dipanggil Ahok ini kalah dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Setelah kalah dalam pesta demokrasi tersebut Ahok divonis dua tahun masuk penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara, karena terbukti menodai agama Islam. Semula Ahok ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur, kemudian dititipkan di rumah tahanan Mako Brimob, Depok, Jawa Barat.

Karena menghuni hotel prodeo, ia dinonaktifkan sebagai Gubernur DKI. Wakilnya, Djarot Saiful Hidayat, diangkat menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur.

Peluncuran buku “Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok, Menuntut Keadilan Untuk Rakyat” karya Marwan Batubara di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Selasa (23/5/2017).‎ (Foto: Edwin B/Obsessionnews.com)

Rupanya badai tak hanya berhenti sampai di situ. Kali ini Ahok ‘dihajar’ dengan peluncuran buku Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok di gedung DPR RI, Selasa (23/5/2017). Buku ini ditulis oleh Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara. Buku ini secara gamblang menelanjangi Ahok yang diduga terlibat dalam berbagai korupsi. Buku ini juga membongkar gaya kepemimpinan Ahok yang pro pengembang dan gemar menggusur warga miskin.

Masalah penggusuran dibahas di Bab 9 Ahok: Penggusur Paling Brutal dalam Sejarah Indonesia. Ahok disebut mencetak rekor dalam hal penggusuran paling brutal sepanjang sejarah Jakarta atau Indonesia. Penggusuran yang dilakukan Ahok bukan hanya sering terjadi, tapi juga dilakukan dengan pendekatan kekerasan, stigmatisasi, intimidasi, bahkan teror. Ahok menggusur dengan cara brutal, tidak manusiawi, dan tak mengedepankan dialog sebelum menggusur.

Penggusuran Kampung Pulo

Ahok menggusur Kampung Pulo, Jakarta Timur, selama tiga hari, yakni 20-22 Agustus 2015. Penggusuran paksa ini menelan korban di RW 01, RW 02, dan RW 03. Korban penggusuran di RW 01 sebanyak 40 kepala keluarga (KK), di RW 02 sebanyak 200 KK, dan di RW 03 sebanyalk 500 KK.

Bentrok antara warga dengan aparat keamanan dalam penggusuran Kampung Pulo, Jakarta Timur, Kamis (20/8/2015).

Untuk menggusur Kampung Pulo, Ahok mengerahkan 2.152 petugas, termasuk 500 polisi, 85 TNI, dan 20 pasukan pemadam kebakaran. Tetapi, warga menolak digusur dan melakukan perlawanan, sehingga terjadi bentrokan. Sejumlah warga dan petugas pun mengalami luka-luka. Namun, perlawanan warga tak berarti, karena penggusuran tetap dilakukan dan sebagian wilayah Kampung Pulo pun rata dengan tanah.

LBH Jakarta memprotes penggusuran Kampung Pulo itu. LBH menyatakan Ahok telah melanggar HAM dalam penggusuran paksa di Kampung Pulo. Setidaknya ada tiga pelanggaran pada tiga hari pembongkaran. Pertama, pergerakan Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) yang merangsek masuk ke pemukiman warga tanpa melakukan upaya musyawarah.

Kedua, Ahok melakukan penggusuran tanpa memberikan surat perintah pembongkaran secara tertulis. Pemberitahuan pembongkaran hanya disampaikan kepada lurah dan disebarkan melalui pesan pendek.

Ketiga, tindakan pengamanan berlebihan dengan menurunkan 4 kompi anggota kepolisian, ribuan Satpol PP  dan TNI.

Penggusuran Kaljodo

Kalijodo dikenal sebagai daerah preman dan prostitusi. Tapi, menurut Ahok, penggusuran pemukiman Kalijodo tidak berhubungan dengan prostitusi, melainkan karena kawasan itu masuk dalam jalur hijau. Daerah bantaran sungai itu berstatus sebagai tanah negara dan akan dikembalikan fungsinya sebagai ruang terbuka hijau. Artinya tidak boleh ada bangunan apa pun berdiri di atasnya.

Penggusuran Kalijodo, Senin (29/2/2016). (Foto: Edwin B/Obsessionnews.com)

Tanggal 29 Februari 2016 Ahok menggusur Kalijodo. Untuk menggusur Kalijodo Ahok mengerahkan lebih dari 5.000 porsenel gabungan yang terdiri dari 3.000 personil kepolisian, 2.000 perugas Satpol PP, dan 600 personil TNI. Penggusuran ini memakan korban 6.027 KK di Kalijodo.

Melalui siaran persnya, LBH Jakarta menilai penggusuran di Kalijodo telah secara jelas bertentangan dengan HAM dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. (arh)

Baca Juga:

Amien Rais: ‘Ahok Itu Songongnya Menyundul Langit’

Ahok Harus Segera Diadili dalam Dugaan Korupsi RS Sumber Waras

Ahok Bukan Sosok Bersih

Amien Rais Duga Ahok Lakukan Korupsi‎

FOTO Peluncuran Buku Dugaan Korupsi Ahok

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.