Rabu, 27 Oktober 21

Ahok Masih Dibutuhkan Pimpin DKI Jakarta

Ahok Masih Dibutuhkan Pimpin DKI Jakarta
* Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (Foto: Edwin Budiarso/Obsessionnews.com)

Jakarta, Obsessionnews – Setahun memimpin DKI Jakarta (19 November 2014 – 19 November 2015) popularitas Basuki Tjahaja Purnama semakin melejit. Bahkan survei yang dilakukan oleh sejumlah lembaga survei menyimpulkan Gubernur DKI yang akrab disapa Ahok ini paling layak maju dalam Pilkada DKI 2017 mendatang. (Baca: Ahok Bakal Tidak Terbendung)

Ahok memang sudah memutuskan akan maju sebagai calon gubernur dalam Pilkada DKI 2017 lewat jalur independen setelah keluar dari Partai Gerindra pada 2014.  Ahok mendapat dukungan dari para relawan yang tergabung dalam ‘Teman Ahok’, yang bertugas menggalang sejuta KTP sebagai syarat agar Ahok bisa mendapat tiket Pilkada sejak Juni 2015. (Baca: Tuhan Lindungi Niat Baik ‘Teman Ahok’)

Namun, beban pekerjaan ‘Teman Ahok’ agak ringan, ketika September 2015 lalu keluar putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang persyaratan calon dari jalur independen untuk Pilkada 2017. Putusan MK menyebutkan persentase syarat dukungan tidak didasarkan pada jumlah penduduk, karena tidak semua penduduk punya hak pilih. (Baca: Ahok: Jangan Cuma Pilih Ahok Melulu)

Syarat pencalonan kepala daerah bagi calon perseorangan yaitu mendapat dukungan paling sedikit 10 persen bagi daerah dengan jumlah penduduk sampai dengan 2 juta jiwa. (Baca: Tinggal Empat Partai Papan Atas yang Akan Dilibas Ahok)

Kemudian dukungan 8,5 persen bagi daerah dengan jumlah penduduk 2 juta sampai 6 juta jiwa. Lalu provinsi dengan jumlah penduduk lebih dari 6 jutajiwa sampai dengan 12 juta jiwa harus didukung paling sedikit 7,5 persen.

Selanjutnya, provinsi dengan jumlah penduduk lebih dari 12 juta jiwa harus didukung paling sedikit 6,5 persen.

Dengan adanya putusan MK tersebut untuk maju di Pilkada DKI 2017 calon dari jalur independen setidaknya membutuhkan 525 ribu KTP. Sebelum keluar putusan MK ‘Teman Ahok’ menargetkan sejuta KTP tercapai pada Juni 2016.

Popularitas Ahok banyak membantu tugas ‘Teman Ahok’ dalam mengumpulkan KTP. Hal ini terlihat begitu tingginya antusiasmenya warga menyerahkan KTP di posko-posko ‘Teman Ahok’ yang tersebar di sejumlah kelurahan dan mal. Bahkan tak sedikit warga yang mendatangi langsung markas ‘Teman Ahok’ di Graha Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Mereka ingin Ahok mendapat tiket di Pilkada DKI 2017 dan sekaligus memenangkan laga tersebut, karena Jakarta masih membutuhkan dipimpin Ahok yang dikenal berani dalam memberantas korupsi dan berupaya keras meningkatkan kesejahteraan rakyat. (Baca: ‘KTP Gue Udah Buat Ahok’)

Hingga Kamis (19/11/2015) ‘Teman Ahok’ telah berhasil menghimpun sebanyak 419.457 KTP. Masih dibutuhkan 105.547 KTP lagi sebagai syarat untuk mendapat tiket Pilkada DKI 2017.

Jumlah KTP untuk Ahok ini mengalahkan perolehan suara delapan partai pada Pemilu Legislatif 2014 di DKI. Pada Jumat (6/11)  ‘Teman Ahok’ mendapat 377.915 KTP, melewati  perolehan suara sebanyak Golkar 376.221 suara.  Sebelumnya KTP untuk Ahok mengungguli perolehan suara tujuh partai lainnya, yakni Partai Demokrat  (360.929 suara), Hanura (357.006 suara), PKB (260.159 suara), Nasdem (206.117 suara), PAN (172.784 suara), PBB (60.759 suara), dan PKPI (42.217 suara).

Target berikutnya  ‘Teman Ahok’ akan  melibas PKS (424.400 suara), PPP (452.224 suara), dan Gerindra (592.568 suara). Juru bicara ‘Teman Ahok’ Amalia Ayuningtyas menargetkan KTP untuk Ahok akan melewati PKS dan PPP akhir November ini. Dan selanjutnya melibas  Gerindra pada akhir Desember 2015.

Jika berhasil mengalahkan Gerindra, Ahok bakalan mendapat tiket Pilkada DKI 2017. Untuk itu ‘Teman Ahok’ terus bekerja ekstra keras bergerilya menggalang KTP. (Arif RH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.