Selasa, 7 Desember 21

Ahok: Jangan Cuma Pilih Ahok Melulu

Ahok: Jangan Cuma Pilih Ahok Melulu
* Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (Foto: Popi Rahim/Obsessionnews.com)

Jakarta, Obsessionnews – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memastikan akan maju dalam Pilkada 2017 mendatang. Sejumlah nama bermunculan yang bakal menyaingi pria yang akrab dipanggil Ahok itu. Mereka antara lain mantan Menteri Pemuda dan Olah Raga Adhyaksa Dault, politisi Gerindra Sandiaga Uno, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, dan mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (Baca: Ahok Bakal Tidak Terbendung)

Ahok menanggapi santai beredarnya nama tokoh-tokoh tersebut. “Bagus dong. Jangan cuma pilih Ahok melulu,” katanya ketika ditemui di Balai Kota, Kamis (12/11/2015). (Baca: Tinggal Empat Partai Papan Atas yang Akan Dilibas Ahok)

Mantan kader Gerindra ini mengemukakan, semakin banyak calon gubernur (cagub) pada Pilkada DKI 2017 masyarakat Jakarta akan semakin diuntungkan, karena pilihan akan semakin bervariasi. “Makin banyak yang naik, makin banyak yang ikut, Jakarta lebih diuntungkan,” ujarnya. (Baca: Inilah Sosok Ahok di Mata Mereka)

Survei yang dilakukan oleh sejumlah lembaga survei independen menunjukkan popularitas Ahok belum terrtandingi oleh calon-calon lawannya dalam Pilkada DKI 2017. Ahok diprediksikan berpeluang besar memenangkan perhelatan akbar lima tahun sekali itu. (Baca: Fahira Idris Tuding Ahok Hina DPD RI)

Ahok semula kader Golkar dan terpilih menjadi anggota DPR pada Pemilu 2009. Kemudian mantan Bupati Belitung Timur, Bangka Belitung, itu hengkang ke Partai Gerindra dan mengikuti Pilkada DKI 2012 sebagai cawagub yang berpasangan dengan Joko Widodo (Jokowi). Duet Jokowi dan Ahok memenangkan Pilkada setelah dua putaran. Saat itu mereka diusung oleh PDI-P dan Gerindra.  (Baca: Anton Medan Malu Umat Islam Memusuhi Ahok)

Pada 2014 Jokowi terpilih menjadi Presiden. Ahok kemudian naik kelas menjadi gubernur dan dilantik di Istana Negara pada 19 November 2014. (Baca: PKS Usung Nur Mahmudi Lawan Ahok?)

Dan pada 2014 itu pula Ahok angkat kaki dari Gerindra, karena tidak sependapat dengan partai besutan Prabowo Subianto tersebut terkait sistem Pilkada. Ketika itu Gerindra mendukung Pilkada lewat DPRD, sementara Ahok lebih setuju Pilkada dengan cara langsung ditentukan masyarakat. (Baca: Ahok Janji Angkat Guru Bantu Jadi PNS)

Setelah hengkang dari Gerindra, Ahok tidak bergabung dengan partai manapun. Ia memutuskan maju dalam Pilkada DKI 2017 melalui jalur independen.

Untuk mendapat tiket berlaga di Pilkada tersebut Ahok harus memenuhi syarat  mendapat dukungan sejuta KTP. Sejak  Juni 2015 para relawan yang tergabung dalam komunitas ‘Teman Ahok’ bergerilya mengumpulkan KTP. (Baca: Tuhan Lindungi Niat Baik ‘Teman Ahok’)

Kerja keras ‘Teman Ahok’ berbuah manis. Hingga Kamis (12/11/2015) KTP yang terkumpul mencapai  397.441 KTP. Jumlah KTP untuk Ahok ini mengalahkan perolehan suara delapan partai pada Pemilu Legislatif 2014 di DKI. (Baca: Ribuan Massa Akan Tangkap Ahok Besok Pagi?)

Pada Jumat (6/11)  ‘Teman Ahok’ mendapat 377.915 KTP, melewati  perolehan suara sebanyak Golkar 376.221 suara.  Sebelumnya KTP untuk Ahok mengungguli perolehan suara tujuh partai lainnya, yakni Partai Demokrat  (360.929 suara), Hanura (357.006 suara), PKB (260.159 suara), Nasdem (206.117 suara), PAN (172.784 suara), PBB (60.759 suara), dan PKPI (42.217 suara). (Baca: Jutaan Pendukung Ahok Siap Lawan Eggi Sudjana)

Target berikutnya  ‘Teman Ahok’ akan  melibas PKS (424.400 suara), PPP (452.224 suara), Gerindra (592.568 suara), dan PDI-P (1.231.843 suara).

‘Teman Ahok’ optimis perolehan KTP bisa melebihi target sejuta pada Juni 2016 mendatang.

Juru bicara ‘Teman Ahok’ Amalia Ayuningtyas, optimis ‘Teman Ahok’ bisa melewati perolehan PKS di akhir November  ini . “Insya Allah kita bisa melewati PKS di akhir November ini. Bahkan tidak mungkin kita bisa melewati PPP sekaligus di bulan ini,” tuturnya di markas ‘Teman Ahok’ di Graha Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (6/11).

Apabila dapat melewati dua partai tersebut, ‘Teman Ahok’ bisa membuktikan kepada partai bahwa Ahok adalah kandidat yang  mendapatkan dukungan luas dari rakyat. “Bahkan jika kita sudah mendekati atau melewati Gerindra di akhir tahun, ini berarti tiket  independen sudah di tangan,” ujarnya.

Lia mengakui  semakin banyak KTP terkumpul semakin kencang pula serangan politik dihembuskan ke Ahok. “Namun kami yakin, dengan niat yang baik, baik pengumpulan KTP maupun pekerjaan Ahok akan berhasil. Dua-duanya bisa terlewati. Amin,” tuturnya. (tc/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.