Minggu, 3 Maret 24

Ahok Ibarat Gadis Cantik yang Harus Tentukan Pilihan

Ahok Ibarat Gadis Cantik yang Harus Tentukan Pilihan
* Muhammad AS Hikam.

Jakarta, Obsessionnews.com – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok akan maju di Pilkada DKI 2017 mendatang. Pengamat politik Muhammad AS Hikam mengibaratkan Ahok gadis cantik yang harus menentukan pilihan melalui jalur perseorangan atau jalur partai.

“Ahok hari-hari ini mungkin sedang berpikir keras akan mengambil langkah apa: memilih jalur perseorangan atau jalur partai, atau kedua-duanya? Ahok tidak sedang menentukan pilihan antara yang baik dan yang buruk. Tetapi dia harus memilih yang paling baik di antara yang baik,” kata Hikam dalam keterangan tertulisnya, Senin (18/7/2016).

Hikam berpendapat, kalau hanya dilihat dari soal pencalonan saja, maka Ahok secara hitung-hitungan rasional sampai saat ini memiliki kans paling kuat untuk lolos secara mudah. Bahkan kans untuk menang Pilkada pun sampai hari ini secara hutung-hitungan rasional Ahok masih tetap memimpin. Tetap jika dilihat dari sisi pasca Pilkada, dalam arti bagaimana implikasi pemerintahan nanti, masalahnya menjadi tidak sederhana.

“Jika memilih jalur perseorangan, Ahok sudah hampir bisa dipastikan akan melaju untuk  menjadi calon gubernur petahana, karena persyaratan dukungan dari para pemilih telah mencukupi,” kata Hikam.

Terlepas dari perang urat syaraf soal jumlah mencapai 1 juta pendukung, lanjutnya, tetapi syarat jumlah dukungan untuk menjadi calon bagi Ahok sudah tercapai. Jika memilih jalur parpol, dukungan Golkar, Hanura, dan Nasdem juga sudah lebih dari cukup karena secara hitungan kursi di DPRD telah memenuhi syarat.

“Jika Ahok mau memilih menggunakan keduanya, tentu saja akan lebih mudah lagi, walaupun secara legal formal, mekanismenya mungkin tidak diatur dalam UU Pilkada,” tutur dosen Universitas Presiden, Bekasi, Jawa Barat, ini.

Namun demikian, lanjutnya, masalahnya menjadi rumit ketika pilihan itu diproyeksikan dengan implikasi politik yang harus dihadapi jika Ahok terpilih nanti. Kerumitan tersebut bersumber pada relasi Ahok dengan para pendukungnya dan relasinya sebagai gubernur dengan DPRD.

“Dalam hal ini yang sangat utama adalah mengantisipasi dan merespons berbagai implikasi politik, khususnya stabilitas pemerintahan dan kinerja manajemen pemerintahan terkait dengan relasi antara pemerintah dan DPRD serta masyarakat sipil,” kata Hikam.

Menurut mantan peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini, jika Ahok memilih jalur perseorangan, probabilitas untuk memiliki pemerintahan yang stabil di DKI menjadi turun. Dan ini juga berarti destabilisasi pemerintahan lebih tinggi probabilitasnya jika parpol tidak sepenuhnya mendukung kebijakan-kebijakan Ahok.

“Implikasinya, relasi yang panas dan konfliktual seperti yang terjadi beberapa tahun terkahir ini akan berkesinambungan. Dan hal itu bukan saja merugikan kepentingan Ahok, tetapi juga pemerintahan dan rakyat di DKI. Ahok mungkin bisa menggunakan pengaruh pendukungnya jika terjadi konflik dengan DPRD, tetapi hasil akhirnya paling banter adalah seringnya terjadi kebuntuan dan kemacetan-kemacetan dalam pelaksanaan kebijakan publik,” tandas Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) di era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (1999-2001) ini.

Hikam menyarankan saatnya bagi Ahok dan Teman Ahok melakukan dialog yang positif dan produktif untuk memperoleh solusi win-win dalam menghadapi Pilkada, dan terutama pasca-pilkada.

“Sebab kalau soal keterpilihan, secara hitung-hitungan rasional sampai saat ini rasanya sulit bagi lawan Ahok untuk menandingi. Tetapi masalah efektivitas pemerintahan pasca terpilih adalah soal yang bisa berbeda sama sekali. Dan hal itu sangatlah penting untuk menjadi bahan pertimbangan Ahok dan para pendukungnya,” pungkasnya. (arh, @arif_rhakim)

Baca Juga:

Hikam Sarankan Ahok Kurangi Strategi ‘Komunikasi Megafone’

Hikam: Risma Belum Mampu Bertanding Lawan Ahok

Pengamat: Tak Miliki Kedekatan Ideologis, Yusril Sulit Direkrut PDI-P

 

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.