Minggu, 17 Oktober 21

Mahfud MD: Laporan Ahok Belum Masuk Tipikor

Mahfud MD: Laporan Ahok Belum Masuk Tipikor

Jakarta, Obsessionnews – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menilai, laporan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan dana siluman APDB DKI sebesar Rp 12,1 triliun belum masuk dalam kategori tindak pidana korupsi(Tipikor).

Sebab kata Mahfud, dana APBD 2015 yang di laporkan belum masuk ke Kementerian Dalam Negeri. Selain itu, anggaran dan kerugian negaranya juga belum ada. Untuk itu, Mahfud meminta kepada Ahok lebih hati-hati dalam melaporkan kasus korupsi, lantaran kesalahan  sedikit bisa menjadi bumerang bagi dirinya, meski niatnya baik.

‎”APBD yang masih dalam proses pengesahan ke Kementerian Dalam Negeri, dananya belum ada, kerugian negara juga belum ada,” ujar Mahfud melalui akun Twitter miliknya @mohmahfudmd, Minggu (1/3/2015).

Mahfud menjelaskan, dalam sistem di KPK laporan tidak pidana korupsi sulit dilanjutkan jika tidak ditemukan kerugian negara. Dalam kasus APBD DKI dana yang dilaporkan oleh Ahok posisinya belum cair, sehingga Mahfud ragu KPK bisa menemukan adanya dugaan korupsi yang dilakukan oleh oknum anggota DPRD DKI.

Kecuali lanjut Mahfud, mantan Bupati Belitung Timur itu bisa membuktikan kepada KPK ada unsur penyuapan dalam penyusunan anggaran APBD DKI 2015. Jika itu ada, laporan bisa segera diproses oleh KPK. Tapi jika tidak ada, Mahfud menyarankan dugaan penyelundupan anggaran siluman itu lebih baik di laporkan ke Polisi dalam kasus tindak pidana umum.

“Memang bisa kasus korupsi menggunakan potensi kerugian negara sebagai unsur, tapi selama ini KPK selama ini selalu menghitung kerugian riil dulu,” terangnya.

Cara itu dianggap oleh Mahfud lebih tepat dari pada melaporkan ke KPK. Namun, kalau Ahok masih ingin bersikeras melaporkan dugaan korupsi ke KPK, kata Mahfud, Ahok bisa melaporkan dugaan korupsi anggaran APBD tahun lalu, yang dananya sudah dicairkan. “Sebab dana tahun lalu dananya sudah keluar,” jelasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.