Minggu, 23 Januari 22

Ahok Galau, Pilih Jalur Independen atau Partai?

Ahok Galau, Pilih Jalur Independen atau Partai?
* Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (Foto: Edwin Budiarso/Obsessionnews.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Relawan Teman Ahok berjanji akan mengumpulkan sejuta KTP agar duet Ahok-Heru dapat maju di Pilkada DKI Jakarta melalui jalur independen atau non partai. Penggalangan KTP yang dilakukan sejak tiga bulan lalu itu membuahkan hasil yang menggembirakan. Saat ini telah terkumpul 996.516 KTP. Tinggal dicari 3.484 KTP lagi untuk menembus angka sejuta.

Ditargetkan sejuta KTP terealisir pada Minggu (19/6) besok. Ditargetkan sejuta KTP akan tercapai pada Minggu (19/6) besok. Dan direncanakan besok Teman Ahok akan merayakan perolehan sejuta KTP di markasnya, Graha Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

“Insya Allah besok akan kami rayakan pengumpulan 1 juta KTP itu,” kata ahli hukum Teman Ahok, Andi P Syafrani, di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (18/6).

Setelah 1 juta KTP dukungan Ahok-Heru itu terkumpul, Teman Ahok akan melaporkan hasil tersebut kepada Ahok. Sebab, 1 juta KTP ini merupakan permintaan dari Ahok untuk maju melalui jalur independen.

Ahok, sapaan akrab Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, menggaet Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI, Heru Budi Hartono, sebagai wakilnya dalam Pilkada mendatang. Duet Ahok-Heru yang diusung relawan Teman Ahok dideklarasikan pada Senin (7/3) lalu.

Selain didukung Teman Ahok, Ahok juga didukung Partai Nasdem, Partai Hanura, dan Partai Golkar. Ketiga partai ini memiliki total 24 kursi di DPRD DKI dengan rincian Nasdem 5 kursi, Hanura (10), dan Golkar (9). Kursi yang dimiliki ketiga partai itu cukup mengusung calon gubernur dari jalur partai, karena persyaratan calon gubernur di DKI minimal didukung 22 kursi.

Menjelang perayaan sejuta KTP Ahok dilanda kegalauan, apakah akan maju lewat jalur independen atau partai.

Ahok mengatakan akan bertemu dengan Teman Ahok dalam waktu dekat. Dalam pertemuan tersebut mantan politisi Gerindra ini akan menanyakan apakah Teman Ahok mau lewat jalur independen atau partai.

“Ya sudah kami mesti ketemu ngomong dong. Kalau (terkumpul) satu juta (data KTP) jelas, kami mungkin akan tanya kepada Teman Ahok, ‘Ahok-Heru ini mau melalui verifikasi sulit atau melalui partai?’,” kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (17/6).

Ahok juga akan bertanya apakah Teman Ahok berniat dirinya jadi gubernur menempuh jalan susah atau jalan mudah. Kalau menempuh jalur independen Ahok harus menandatangani puluhan ribu formulir. Sedangkan jika maju melalui jalur partai ia hanya membutuhkan tiga materai.

Hasil revisi UU Pilkada telah memperketat proses verifikasi data KTP yang digunakan oleh calon perseorangan atau independen. Aturan itu terdapat dalam pasal 48 pada UU Pilkada yang baru disahkan DPR.

Pasal 48 ayat (3) menyebutkan, verifikasi faktual dilakukan paling lama 14 hari terhitung sejak dokumen syarat dukungan pasangan calon perseorangan diserahkan ke Panitia Pemungutan Suara (PPS). Adapun pasal 48 ayat (3b) menyebutkan, verifikasi faktual terhadap dukungan pasangan calon yang tidak dapat ditemui pada saat verfikasi faktual, pasangan calon diberikan kesempatan untuk menghadirkan pendukung calon yang dimaksud ke kantor PPS paling lambat tiga hari terhitung sejak PPS tidak dapat menemui pendukung tersebut. (arh, @arif_rhakim)

Baca Juga:

Teman Ahok Bantah Terima Dana Rp 30 Miliar dari Pengembang Reklamasi

Golkar Resmi Dukung Ahok

Teman Ahok Optimis Sejuta KTP Terealisir Bulan Ini

Duh! Lulung Heran Golkar Dukung Ahok

Dukung Ahok, Yorrys Dikritik Golkar DKI

Semakin Populer, Ahok Hanya Butuh 2,8% KTP Lagi

UU Pilkada Rampok Hak Politik Pemilih Pemula

Guntur Soekarno Nilai Teman Ahok Militan

 

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.