Sabtu, 13 Agustus 22

Ahok dan BPK Sama-sama Ngaco

Ahok dan BPK Sama-sama Ngaco
* Hendrawan Supratikno.

Jakarta, Obsessionnews – Anggota Komisi XI DPR RI Prof Hendrawan Supratikno menilai, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ngaco, karena menyebut Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah melakukan kesalahan dalam mengaudit pembelian lahan untuk Rumah Sakit (RS) Sumber Waras. Namun, BPK yang pimpinannya didominasi para politisi itu juga dianggap ngaco.

Menurut vokalis DPR ini, audit yang dilakukan BPK dalam proses pembelian lahan RS Sumber Waras sudah sesuai prosedur.

“Ngaco Ahok itu. Kan biasa dalam audit, BPK sampaikan temuan awal, minta tanggapan dari yang diaudit (Pemprov DKI Jakarta), ada ketidaksamaan yang diaudit,” kata Hendrawan di DPR Rabu (13/4/2016).

Hendrawan menilai, Ahok sengaja ingin membangun kekuatan opini di masyarakat, seolah-olah apa yang ia lakukan selalu benar. Hal ini tidak lain agar Ahok tidak kehilangan dukungan, jelang pelaksanaan Pilkada 2017.

“Seolah-olah lembaga negara ini diisi oleh orang-orang bermasalah,” kata dia

Wakil Ketua Fraksi PDI-P DPR RI ini meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempercepat pengusutan kasus RS Sumber Waras. “Jangan sampai KPK justru terombang-ambing dengan opini publik yang sedang dibangun Ahok.” ucapnya.

Kasus RS Sumber Waras bermula saat Pemprov DKI membeli lahan milik Yayasan Kesehatan Sumber Waras (YKSW) senilai Rp 800 miliar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan DKI 2014.

BPK melihat pembelian itu tidak sesuai dengan prosedur, dan Pemprov DKI membeli dengan harga lebih mahal dari seharusnya, sehingga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 191 miliar.

BPK juga menemukan enam penyimpangan dalam pembelian lahan Sumber Waras. Enam penyimpangan itu dalam tahap perencanaan, penganggaran, tim, pengadaan pembelian lahan RS Sumber Waras, penentuan harga, dan penyerahan hasil.

Meski demikian, Ahok tetap berpandangan bahwa tidak ada kerugian negara dalam pembelian lahan tersebut.‎ Ahok justru menyebut BPK ngaco, karena melakukan kesalahan prosedur. (Albar, @aal_albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.