Sabtu, 16 Oktober 21

Ahli Waris Peserta BPJS Ketenagakerjaan Kini Dapat Beasiswa

Ahli Waris Peserta BPJS Ketenagakerjaan Kini Dapat Beasiswa
* Adjat Sudrajat Kakanwil BPJS Jabar-1

Bandung, Obsessionnews – Ada yang berbeda pasca BPJS Ketenagakerjaan resmi beroperasi penuh mulai 1 Juli 2015. Hal tersebut disampaikan kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) BPJS Ketenagakerjaan Jabar Adjat Sudrajat, Kamis (6/8). Menurut Adjat, salah satunya pada Jaminan Kematian (JK) yang memberikan benefit kepada ahli waris pekerja yang mengalami musibah meninggal dunia, yang bukan karena kecelakaan kerja.

Peningkatan manfaat terdapat pada santunan sekaligus, santunan berkala dan biaya pemakaman dengan total santunan sebesar Rp. 24 Juta dan pemberian beasiswa bagi anak pekerja yang ditinggalkan sebesar Rp. 12 Juta bagi peserta yang sudah memasuki masa iur 5 tahun.

Selain itu Jaminan Hari Tua (JHT), merupakan jaminan yang memberikan perlindungan kepada para pekerja terhadap resiko yang terjadi di haritua, dimana produktivitas pekerja sudah menurun.

Pada target peserta BPJS Ketenagakerjaan jabar, ditargetkan sekitar 1 juta peserta. “Jadi target kepesertaan kita di 2018 sekitar satu juta peserta,” ujar Adjat. Adjat menambahkan hingga tahun ini target tersebut baru dicapai 40 persen degan pertumbuhan peserta 5%, sementara pertumbuhan perusahaan mencapai 76%.

Diharapkan, pada semester ke-2 tahun ini dapat meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin meningkat.  Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan menyelenggarakan program lainnya, yaitu  Jaminan Hari Tua, Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Pensiun.

Pada Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), timpal Adjat benefit yang didapatkan oleh peserta bertambah dengan dihilangkannya plafon biaya pengobatan dan perawatan yang sebelumnya sebesar Rp20 juta, per 1 Juli 2015 tindakan medis yang dilakukan karena terjadinya kecelakaan kerja ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan sampai sembuh, benefit lainnya yang mengalami peningkatan antara lain biaya angkutan darat, laut dan udara, biaya pemakaman serta pemberian beasiswa pendidikan bagi peserta yang meninggal dunia atau cacat total tetap karena kecelakaan kerja.

“Selain itu, jika terjadi cacat sebagian permanen, pekerja juga akan mendapatkan pelatihan khusus agar tetap bisa kembali bekerja melalui penyempurnaan manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja-Return To Work (JKK-RTW), di samping santunan cacat yang diterima,” tandasnya. Dengan demikian pekerja tetap bisa mendapatkan penghasilan dengan keahlian lain hasil dari pelatihan yang dijalani.

“Jaminan Hari Tua (JHT), merupakan jaminan yang memberikan perlindungan kepada para pekerja terhadap resiko yang terjadi di haritua, dimana produktivitas pekerja sudah menurun,” ucap Adjat.

JHT menurutnya merupakan sistem ta bungan hari tua yang besarnya merupakan akumulasi iuran ditambah hasil pengembangannya. JHT ini dapat dicairkan saat pekerja mencapai usia 56 tahun atau meninggal dunia atau cacat total tetap. “Manfaat JHT juga dapat diambil saat kepesertaan mencapai 10 tahun dengan besaran 10% untuk persiapan hari tua atau 30% untuk pembiayaan perumahan,” tambahnya. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.