Jumat, 9 Desember 22

Agus Susanto Memberikan Layanan Paripurna kepada Pekerja Indonesia

Agus Susanto Memberikan Layanan Paripurna kepada Pekerja Indonesia
* Direktur Utama BPJAMSOSTEK Agus Susanto. (Foto: Edwin B/Men’s Obsession)

Apa yang dilakoni BPJAMSOSTEK dalam memberikan layanan paripurna bagi peserta berbuah manis dengan diraihnya dua penghargaan tertinggi dalam hal pengembangan dan pemanfaatan Sistem Teknologi Informasi (TI) dan pelaksanaan program Return to Work. Penghargaan ini diberikan pada pertemuan institusi jaminan sosial sedunia (World Social Security Forum/WSSF) di Brussels, Belgia, yang diselenggarakan oleh International Social Security Association (ISSA) dan dihadiri 152 negara. Adapun penghargaan yang diterima BPJAMSOSTEK hanya diberikan kepada lembaga yang mampu mengimplementasikan pedoman dan standar internasional jaminan sosial (Guidelines) dari ISSA. Penghargaan tersebut dinamakan ISSA Certificate of Excellence in Social Security Administration for Information Communication Technology (ICT) dan ISSA Certificate of Excellence in Social Security Administration for Return to Work (RTW) program.

Tak hanya itu, BPJAMSOSTEK juga meraih penghargaan dari ASEAN Social Security Association (ASSA) pada kategori Innovation terkait PERISAI dalam ajang ASSA Recognition Awards.

Kado Manis untuk Pekerja Indonesia Menutup tahun 2019, seluruh pekerja di Indonesia saat ini mendapatkan kado spesial dari Presiden Joko Widodo terkait Kenaikan Manfaat Program JKK dan JKM BPJAMSOSTEK. Kado spesial tersebut berupa Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2019 tentang perubahan atas PP Nomor 44 Tahun 2015, tentang Penyelenggaraan Program JKK dan JKM BPJAMSOSTEK. Kenaikan manfaat terbilang cukup signifikan, baik untuk program JKK maupun JKM.

Menariknya, kenaikan manfaat ini tidak diiringi dengan kenaikan iuran. Dalam PP No. 44 Tahun 2015, manfaat yang diberikan kepada peserta yang mengalami JKK adalah sebesar Rp50 juta. Pada PP No. 82 Tahun 2019, manfaat yang diberikan kepada peserta yang mengalami JKK sebesar Rp261,5 juta atau naik sebesar 423 persen. Sementara untuk JKM, dalam PP No. 44 Tahun 2015, manfaat yang diberikan kepada peserta adalah Rp36 juta. Pada peraturan PP No. 82 Tahun 2019, manfaat yang diberikan kepada peserta yang mengalami JKM sebesar Rp216 juta atau naik sebesar 500 persen.

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.