Sabtu, 31 Oktober 20

Agony Cinta untuk Perawat Orang-orang Hilang Ingatan

Agony Cinta untuk Perawat Orang-orang Hilang Ingatan
* Penulis dan seorang perawat orang hilang ingatan di Makkah. (Foto: Helmi Hidayat)

Lain kelakuan Den Bagus, lain lagi dengan Abas Mahmud. Lelaki asal ujung Sumatera dan beristri dua ini, kata Erna, ngotot ingin melamar Erna jadi istri ketiga. Dia hanya mau makan jika dia diizinkan memegang paha dan pantat perempuan yang tidak tamat SMU itu. Ini memang ancaman model baru untuk seorang pasien hilang ingatan. Abas malah selalu menolak minum susu yang disediakan klinik, kecuali jika lelaki berusia 69 tahun ini diizinkan minum ‘’susu’’ yang satu itu.

‘’Anda izinkan Mbak?’’ tanya saya tak sabar saat mendengar cerita ini.

‘’Kalau minum susu itu ya tidaklah,’’ kata Erna tertawa renyah. ‘’Tapi kalau dia mau pegang paha atau pantat saya, ya biarin aja deh daripada dia tidak makan.’’

Erna tertawa santai menjawab pertanyaan saya, tapi saya tersedak. Buat para penggiat hak asasi manusia (HAM) dan aktivis perempuan, ini bisa jadi persoalan besar. Jangankan pegang pantat perempuan sembarangan, bahkan kata-kata yang menjurus pada ‘’sexual harrashment’’ saja bisa jadi persoalan hukum. Tapi, bisakah hukum yang biasanya digadang-gadang para aktivis HAM itu menjadi tajam berhadapan dengan orang gila seperti Den Bagus atau Abas Mahmud—sesaat apa pun kegilaan mereka?

Kawan, sesungguhnya ada yang lebih parah ketimbang kelakuan kedua kakek itu. Ini dilakukan Ali Najib. Tiap kali dimandikan oleh Laila, teman Erna sesama perawat, Ali Najib selalu memaksa perempuan asal Banjarmasin yang sudah tinggal 20 tahun di Arab Saudi ini untuk memegang ‘’peluru kendalinya’’. Lelaki berusia 71 tahun itu selalu berkilah bahwa hal itu biasa dilakukan istrinya jika sang istri memandikannya di Tanah Air.

‘’Mbak Laila turuti kemauan kakek tua itu?’’ tanya saya penasaran.

‘’Tidak. Jika dia sudah minta macam-macam dan mengancam tidak mau mandi, saya panggil perawat laki-laki yang badannya besar saja. Biasanya dia takut,’’ kenang Laila.

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.