Sabtu, 31 Oktober 20

Agony Cinta untuk Perawat Orang-orang Hilang Ingatan

Agony Cinta untuk Perawat Orang-orang Hilang Ingatan
* Penulis dan seorang perawat orang hilang ingatan di Makkah. (Foto: Helmi Hidayat)

Tak dinyana, begitu Erna mendekat, perempuan yang terlihat tua dan lemah itu tiba-tiba jadi galak dan bangkit dari tidurnya. Tangan kanannya yang tadi dia buat seolah-olah terikat segera berkelabat dan menangkap payudara kiri Erna. Dia lalu meremasnya sekuat tenaga. Cengkeraman nenek tua ini sangat kuat, penuh dendam kesumat. ‘’Aaaaahhhh ….,’’ Erna meronta dan berteriak nyaring kesakitan, tapi tak ada perawat lain yang mendengar.

Dia terus meronta dan meronta selama beberapa menit, tapi nyaris kehabisan tenaga karena sakit luar biasa. Nenek itu seolah tak ingin melepaskan buruannya. Akhirnya, dengan sisa tenaga yang ada, Erna menghantam pundak nenek tua itu dengan tangan kanannya dessssss… si nenek tua terpelanting ke tampat tidurnya, lalu cengkeramannya terlepas…

Dengan kekuatan yang tersisa, Erna buru-buru lari terseok-seok keluar kamar isolasi, lalu cepat-cepat mengunci jeruji besi. Perawat lain berdatangan, tapi sudah sangat terlambat. Erna tersungkur ke lantai, tangan kirinya tak bisa digerakkan seperti orang lumpuh. Cengkeraman nenek tua hilang ingatan itu telah mengganggu urat-urat pangkal lengan yang berhubungan dengan urat-urat payudaranya.  ‘’Saya sakit luar biasa, selama 10 hari saya tak bisa mengangkat tangan kiri saya,’’ kenang perempuan yang sudah 15 tahun tinggal di Arab Saudi ini.

Kini Fatima, nenek tua yang pernah meremas dengan kuat payudara Erna, telah sembuh dari penyakitnya. Ia sudah sadar dan bertawakkal pada Allah SWT bahwa dia kini berada di Makkah Al-Mukarramah, belasan ribu kilometer dari kampung halamannya di Sumatera. Semula dia sangat yakin masih berada di Tanah Air, rindu derit pintu rumahnya, kangen sawah-sawah hijau di kampung halamannya. Di Makkah dia bingung, ada begitu banyak orang, ada kota dikepung gunung-gunung batu dan karang.

‘’Setelah sembuh dia minta maaf pada saya. Dia lupa-lupa ingat sudah menjambak ini saya,’’ kata Erna sambil membusungkan dadanya. ‘’Sebelum dikembalikan ke hotel dia malah membelai-belai rambut saya.’’

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.