Selasa, 21 Januari 20

Agar Tidak Ada Fitnah, SBY Didorong Selesaikan Kasus Century

Agar Tidak Ada Fitnah, SBY Didorong Selesaikan Kasus Century
* Ketua DPR Bambang Soesatyo. (Foto: Twitter @DPR_RI)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kasus korupsi Bank Century kembali mencuat setelah media Hong Kong, Asia Sentinel, memuat artikel dugaan keterlibatan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam kasus tersebut dengan melakukan pencucian uang. Pihak Demokrat menuding Istana ada di balik serangan Asia Sentinel terhadap SBY.

Pasalnya, beredar foto Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko bersama co-founder media Asia Sentinel, Lin Neumann. Wasekjen Partai Demokrat (PD) Rachland Nashidik menduga ada peran Istana dalam artikel yang dimuat di Asian Sentinel. Meski pihak Istana sudah membantahnya.

Menanggapi hal itu Ketua DPR Bambang Soesatyo alias Bamsoet menyatakan DPR melalui Pansus Century sudah memberikan rekomendasi kepada KPK. Karena itu, KPK harus segera menuntaskan kasus ini tanpa perlu ditunda-tunda.

“Terkait dengan Centurynya, kami sebagai inisiator hak angket Century sudah memberikan rekomendasi kepada KPK. Dan sudah masuk ke ranah hukum KPK, maka yang kami bisa lakukan adalah mendesak KPK segera menuntaskan kasus Bank Century ini,” kata Bamsoet di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (19/9/2018).

Ia mengingatkan agar jangan sampai persoalan terus menggantung dan merugikan SBY dengan segala fitnah, Presiden ke-6 RI itu juga harus mendorong penuntasan Bank Century ini di KPK. Sebab, jika tidak maka publik selalu mempersepsikan bahwa kasus Century adalah tanggung jawab SBY yang saat itu menjabat Presiden.

“SBY dan Demokrat harus punya kepentingan untuk mendorong kasus ini tuntas. Itu harus dibuktikan melalui proses hukum dan kami menunggu langkah SBY menarik ini ke ranah hukum,” kata Bamsoet.

Soal tuduhan adanya pihak Istana yang intervensi terhadap pemberitaan Asia Sentinel, ia menilai adanya foto Moeldoko dengan elite Asia Sentinel belum tentu berpengaruh terhadap pemberitaan.

“Memang kalau tiba-tiba saya sebelah-sebelahan dengan Pak SBY, memang saya dibilang ada apa-apa, dituding kan enggak juga. Jadi terlalu berlebihan kalau Pak Moeldoko katakan lah pihak Istana hanya gara-gara foto bersama berdampingan tiba-tiba itu lah penyebabnya, enggak juga,” kata Bamsoet. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.