Rabu, 17 Agustus 22

Agar Tepat Sasaran, Ridwan Hisjam Usul Subsidi BBM Harus by Name

Agar Tepat Sasaran, Ridwan Hisjam Usul Subsidi BBM Harus by Name
* Ridwan Hisjam. (Foto: Sutanto)

Malang, Obsessionnews.com – Anggota Komisi VII DPR Ridwan Hisjam menilai selama ini subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dilakukan pemerintan tidak tepat. Pasalnya susbidi diberikan melalui produknya, harusnya tidak demikian.

Menurut Ridwan, harusnya ke depan subsidi BBM tidak lagi ke produknya (BBMnya) tapi sudah by name langsung diberikan ke masyarakat yang sudah terdata sebagai penerima subsidi BBM. Hal itu dianggap lebih baik.

“Saya mengusulkan ke depan memang subsidi BBM tidak lagi ke produknya. Tapi langsung ke masyarakatnya, by nama yang sudah terdata sebagai masyarakat miskin. Ini saya kira lebih baik untuk memecahkan problem di Pertamina,” ujar Ridwan di Kota Malang, saat menggelar buka bersama dengan konstituen di RH Center, Malang, Senin (18/4/2022).

Selama ini, kata Ridwan, pemerintah telah banyak mengeluarkan anggaran untuk subsidi beberapa jenis BBM. Jika terus dipaksakan, maka angkos yang dikeluarkan akan semakin besar, dan bisa membenani keuangan negara.

“Lagipula subsidi BBM selama ini nggak efektif. Banyak orang kaya justru beli BBM yang bersubsidi, baik solar maupum pertalite. Itu bisa kalian bisa jumpai dimana-mana, tongkrongin saja Pom Bensin kalau tidak percaya. Itu kenapa terjadi? Ya karena susbsidinya masih ke produk,” terang Ridwan.

Untuk itu, Politisi senior Partai Golkar ini mengusulkan, akan lebih baik jika subsidi ke depan diberikan sudah by name. Hanya masyarakat miskin sajalah yang berhak mendapatkan subsidi BBM. Sehingga biaya pemerintah yang dikeluarkan tidak terlalu besar.

“Karena subsidi itu kan tujuannya diberikan untuk orang miskin, ya sudah, ke depan BBM bersubsidi itu larinya jangan ke produk. Tapi langsung ke penerimanya, by name. Mereka orang-orang miskin itu lah yang berhak mendapat bantuan BBM murah,” jelasnya.

Menurutnya, hal ini sama seperti subsidi atau bantuan di bidang kesehatan, dengan adanya Kartu Indonesia Sehat (KIS) Kartu Indonesia Pinter (KIP) kemudian subsidi listrik yang sudah jelas peruntukannya. Gas LPG 3 Kg juga ke depan kata Ridwan, lebih baik subsidinya tidak lagi diberikan ke produknya.

“Sama Gas LPG 3 Kg yang disubsidi pemerintah juga yang menikmati justru orang kaya. Padahal seharusnya untuk orang miskin, tapi karena subsidinya produk semua orang sekarang dengan mudah bisa mendapatkan gas LPG 3 Kg. Ke depan harusnya sudah by name agar benar-benar tepat sasaran,” tandasnya.

Ridwan menegaskan, ini penting dilakukan, agar jika pemerintah memutuskan untuk menaikan pasokan energi seperti gas dan BBM, masyarakat sudah tidak lagi teriak-teriak menjerit. Karena mereka sudah mendapatkan subsidi, sehingga kenaikan itu hanya berlaku bagi orang berduit. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.