Jumat, 25 September 20

Agar Kepulangan Lancar, Jemaah Wajib Patuhi Aturan Penerbangan

Agar Kepulangan Lancar, Jemaah Wajib Patuhi Aturan Penerbangan
* Sebagian barang bawaan jemaah dibongkar pihak Bandara King Abdulaziz. Jemaah diimbau agar tidak membawa barang berlebih. (Dok. MCH)

Jeddah — Pada hari pertama pemulangan, Senin (27/08), masih banyak jemaah yang membawa barang-barang melebihi ketentuan setibanya di Bandara King Abdulaziz, Jeddah. Hal ini memicu pembongkaran dan tercecernya barang-barang bawaan jemaah.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi sendiri sudah berulang kali mengingatkan jemaah untuk mematuji aturan penerbangan agar kepulangan berjalan lancar. “Jemaah sudah diingatkan untuk tidak membawa bawaan tambahan sebelumnya, tapi ternyata masih banyak yang tak mematuhi,” kata Ubaidillah, pelaksana Seksi Perlindungan Jemaah Daker Bandara yang memantau pemeriksaan barang-barang.

Ia mengatakan, barang-barang tercecer dari jemaah akan disisir petugas Indonesia dan didata semisal ada temuan barang-barang berharga. Temuan itu nantinya dikumpulkan dan diserahkan ke Daker Bandara untuk diinventarisir.

Sementara Chief Leader Saudia di Bandara King Abdul Aziz, M Yusuf Sunardi mengatakan, jemaah hanya boleh membawa koper bagasi seberat 32 kilogram yang diangkut pihak kargo dari hotel di Makkah. “Sedangkan untuk dibawa ke pesawat, mereka hanya dibolehkan membawa tas jinjing seberat tujuh kilogram dan tas kecil berisi paspor dan surat berharga,” ujarnya.

Ia mengatakan, zamzam juga tak boleh dibawa jemaah di koper bagasi karena membahayakan penerbangan. Jika terjadi kebocoran di bagasi, air bisa membuat korsleting sistem kelistrikan mesin pesawat. Sebab itu, pihak maskapai akan membagikan zamzam ke jemaah di debarkasi di Tanah Air.

Tim Media Center Haji (MCH) Daker Bandara melaporkan, bawaan lebih jemaah tertahan sesaat sebelum mereka didorong ke gerbang keberangkatan dari plaza Bandara Jeddah. Akibatnya, banyak jemaah diminta membongkar tas kresek atau ransel tambahan dan memasukkan barang seperlunya ke koper jinjing.

Barang-barang, makanan dan minuman jemaah kemudian nampak berserakan di lantai bandara. Puluhan botol air zamzam juga harus ditinggal karena ketentuan larangan membawa benda cair berlebih dalam penerbangan.

Sebagian jemaah juga nampak harus menenteng dengan tangan kosong oleh-oleh yang tak boleh di bawa dengan tas tambahan. “Ini mainan untuk tiga cucu saya di kampung,” kata Nok Sumartoni (55 tahun) seorang jemaah asal Sumedang, Jawa Barat. Di tangannya, nampak sebuah boneka anak perempuan dan satu mainan helikopter radio kontrol. (Kementerian Agama)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.