Rabu, 2 Desember 20

Agama Islam Dihina, Pogba Mundur dari Timnas Prancis?

Agama Islam Dihina, Pogba Mundur dari Timnas Prancis?
* Presiden Macron dan Paul Pogba. (Foto: homesbo)

Gelandang Manchester United, Paul Pogba dikabarkan telah mengundurkan diri dari Tim Nasional (Timnas) Prancis.

Seperti dilansir The Sun, Senin (26/10), keputusan tersebut diambil Pogba setelah komentar dari Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang menghina agama Islam yang dianut pemain berusia 27 tahun tersebut.

Pemain berjuluk Il Polpo Itu dikabarkan telah membuat keputusan pada hari Jumat. Yakni, mundur dari Timnas Prancis akibat ulah Presiden Macron.

Pemerintah Prancis memutuskan untuk menghormati guru bahasa Prancis, Samuel Paty yang tewas usai menunjukan gambar yang menyinggung Nabi Muhammad SAW.

Paty dianugerahi Legiun d’honneur, penghargaan tertinggi yang dianugerahkan oleh pemerintah Prancis sebagai pengakuan atas fakta bahwa ia meninggal lantaran mencoba menjelaskan pentingnya kebebasan berbicara.

Meski sebenarnya perilaku sang guru itu memaparkan penghinaan terhadap Nabi Muhammad. Anehnya, penghinaan terhadap suatu agama kok disebut sebagai kebebasan berbicara?

Secara sepihak, Presiden Prancis menuduh bahwa Islam adalah sumber terorisme. Serta perkataan Presiden Macron yang menggambarkan bahwa pembunuhan Samuel Paty sebagai ‘serangan teroris islam’.

Lebih fatal lagi, Presiden Prancis itu menginstruksikan agar semua kota di Prancis memajang gambar/video yang menghina Nabi Muhammad seperti layar lebar video yang dipajang di Balai Kota Paris.

Presiden Prancis juga mengatakan: “Persatuan dan ketegasan adalah satu-satunya jawaban atas kejahatan terorisme Islam”.

Pogba menganggap keputusan itu telah menghina dirinya dan Muslim Prancis. Islammerupakan agama kedua di Prancis setelah Kristen.

Pengunduran bintang Manchester United itu dipublikasikan oleh web olahraga Arab pada hari Minggu, 25 Oktober 2020.

Tidak hanya menghina Islam, Macron juga meminta Masjid Pantin yang terletak di pinggiran timur laut Paris untuk ditutup. Hal itu karena salah satu jamaah masjid tersebut merupakan wali murid, di mana Samuel Paty mengajar.

Satu lagi, Macron juga mengungkapkan hal kontroversial lain. Ia menyebut Samuel Paty ‘dibunuh karena Islamis menginginkan masa depan kita’. Sontak, ucapan Macron mendapat respons dari sejumlah petinggi negara.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, bahkan meminta Macron untuk memperbaiki mentalnya setelah ucapan di atas. Karena itu, menurut laporan The Sun, Pogba yang dikenal sebagai penganut Islam yang taat dilaporkan mundur dari Timnas Prancis.

Dalam sejumlah kesempatan, Pogba sempat mengatakan Islam bukanlah agama teroris. Bahkan, II Polpo –julukan Pogba– yang merupakan seorang mualaf mendapatkan ketenangan semenjak memeluk agama Islam.

“Islam tidak seperti yang orang-orang bayangkan, seperti terorisme. Apa yang kami dengar di media itu berbeda. Islam adalah sesuatu yang indah,” kata Pogba mengutip dari The Times.

“Islam membuat saya berubah. Islam membuat saya menyadari hal-hal dalam hidup, saya kira saya menjadi lebih tenang karenanya. Itu membawa perubahan yang baik dalam hidup saya karena saya tidak dilahirkan sebagai seorang muslim,” lanjut Pogba.

Pogba mengemas 71 caps dan mencetak 10 gol semenjak menjalani debut bersama Timnas Prancis dari 22 Maret 2013. Selama membela tim senior Prancis, Pogba mempersembahkan satu trofi bergengsi, yakni gelar Piala Dunia 2018. (*/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.