Jumat, 7 Agustus 20

Adnan Sebut Sanksi KPK terhadap Anas Terlalu Kejam

Adnan Sebut Sanksi KPK terhadap Anas Terlalu Kejam

Jakarta – Adnan Buyung Nasution selaku kuasa hukum mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, memprotes KPK atas sanksi larangan tidak boleh dijenguk yang dijatuhkan terhadap kliennya. Dia menyebut pelarangan bertemu kerabat itu sebagai hal yang sangat berat untuk orang-orang yang hidup di dalam bui.

“Kalau kita pernah ditahan atau dihukum, tidak diperbolehkan mendapat kunjungan dari keluarga itu sangat menyakitkan hati,” ujar Adnan, saat mendatangi KPK di Jakarta, Rabu (26/11/2014).

Adnan mengaku belum tahu betul alasan mengapa klienya dihukum seperti itu. Namun, pengacara senior itu menilai sanksi KPK itu sangatlah kejam.

“Pengalaman saya sendiri, di dalam tahanan dan tidak boleh dijenguk keluarga itu bukan main kejamnya. Saya dulu 13 bulan lho tidak boleh dijenguk. Itu di zaman otoriter. Sekarang kan bukan zaman otoriter lagi,” kata Adnan.

KPK memberi sanksi larangan dijenguk selama satu bulan terhadap Anas Urbaningrum dan juga M Akil Muchtar. Keduanya dianggap menghina dan menghalang-halangi petugas rutan dalam menjalankan tugas.

“Sesuai aturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, perbuatan seperti itu masuk kategori pelanggaran berat,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha.

Sanksi itu sudah berlaku sejak 12 November hingga 12 Desember 2014. Priharsa menyebutkan sanksi diberi karena Akil dan Anas Sebelumnya, keduanya memprotes aturan rutan lewat surat.

Anas mendekam di Rutan KPK karena ketika menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat menerima suap terkait dengan proyek Hambalang dan proyek-proyek lainnya. Sedangkan Akil menjadi tahanan lantaran menerima suap dalam kapasitasnya sebagai hakim konstitusi sekaligus Ketua MK.

Berbeda dengan Anas, Akil sebelumnya pernah dikenakan sanksi akibat bertengkar dengan Bupati nonaktif Bogor Rachmat Yasin di rumah tahanan. Akil juga kedapatan menyembunyikan telepon genggam di selnya saat petugas melakukan inspeksi mendadak di rutan. (Has)

 

Related posts