Rabu, 22 September 21

Adik Ditendang, Nyawa Melayang

Adik Ditendang, Nyawa Melayang
* Suasana saat jenazah diautopsi di RSUD dr Kariadi Semarang. (Yusuf IH)

Semarang, Obsessionnews – Seorang pemuda ditemukan tewas di depan Gedung Olahraga (GOR) Fakultas Ilmu Keolahragan Universitas Negeri Semarang (Unnes) Kamis (2/7/2015) pagi. Korban bernama lengkap Nuzul Rahmayuda (19) merupakan pelajar aktif di SMA Muhammadiyah 2, Kota Semarang.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin menyatakan pihaknya berhasil menangkap para pelaku, dua diantaranya berusia dibawah umur dengan inisial FL (17) dan FP (13). Sedangkan satu orang bernama Aulia Nuron (28).

Hasil autopsi RSUD Kariadi mengungkapkan, korban tewas dikarenakan penyempitan pembuluh darah di tengkuk, jantung dan ulu hati. Sebelumnya, kepolisian sempat terkecoh korban meninggal karena sakit akibat tidak ditemukan luka.

“Korban meninggal karena penyempitan pembuluh darah. Ada pendarahan di tengkuk belakang telinga, jantung dan ulu hati,” kata Burhanudin di Mapolrestabes Semarang, Kamis (2/7/2015) malam.

Tim Resmob Polrestabes Semarang yang dipimpin AKP Kadek Adi dan Aiptu Tony Hendro akhirnya meringkus ketiga pelaku yang diketahui tinggal tidak jauh dari rumah korban di daerah Tumpang, Gajahmungkur, Semarang.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Sugiarto menambahkan motif yang dianulir pelaku adalah dendam. “Ada dugaan aksi dilakukan karena motif dendam,” terangnya.

tahanan--

Berdasarkan pengakuan tersangka FL, dua hari lalu korban menendang adiknya hingga terjatuh dan menangis. Kemudian di Rabu (1/7/2015) malam, para tersangka, korban dan beberapa orang lainnya berkumpul di angkringan dekat kampus Unnes.

Oleh mereka, korban diajak menuju lokasi kejadi di depan GOR Fakultas Ilmu Keolahragan Unnes. Di tempat itu, mereka membahas terkait kejadian dua hari lalu.

“Saya tanya dia membantah, malah marah-marah,” terang FL.

Tersangka lain, Aulia berujar jawaban korban justru menantang sehingga dirinya emosi dan langsung memukul bagian leher korban. Tak lama kedua tersangka lainnya ikut menendang siswa malang itu.

“Jawabannya belagu, jadinya emosi. Saya pukul di lehernya,” ujar Aulia tanpa ekspresi bersalah.

Kini keterangan ketiga tersangka terus didalami oleh pihak Kepolisian. Mereka dijerat dengan pasal 170 tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.