Jumat, 27 Mei 22

Adhyaksa Jelaskan Soal Siswa Berseragam Pramuka Kibarkan Bendera Huruf Arab

Adhyaksa Jelaskan Soal Siswa Berseragam Pramuka Kibarkan Bendera Huruf Arab
* Patung Burung Garuda di acara Raimuna Nasional XI yang diselenggarakan Kwarnas Gerakan Pramuka di Cibubur tahun lalu.

Jakarta, Obsessionnews.com – Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault memberikan penjelasan terkait beredarnya video di siswa berbaju Pramuka mengibarkan bendera bertuliskan huruf Arab yang diduga terjadi di sebuah sekolah di Pekanbaru. Video tersebut sudah ramai di media sosial.

Video berdurasi 38 detik yang beredar beberapa akun media sosial dan website sempat ramai dengan menyebut itu sebagai kampanye Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Gerakan Pramuka. Terkait itu, Adhyaksa Dault menyampaikan beberapa hal.

Pertama,kegiatan di Gerakan Pramuka selalu menggunakan kacu merah putih, sementara di video tersebut hanya berbaju Pramuka. Pembinanya juga tidak berseragam Pramuka. Dengan begitu dia berani memastikan yang mengibarkan video tersebut bukan anggota Pramuka aktif.

“Saya berkali-kali menegaskan agar siswa tidak perlu diwajibkan berseragam Pramuka kalau yang bersangkutan bukan anggota Gerakan Pramuka. Sebab, jika mereka melakukan hal-hal yang diduga atau terbukti bertentangan dengan norma dan Undang-Undang yang berlaku akan berdampak buruk pada nama baik Gerakan Pramuka,” kata Adhyaksa Dault, Sabtu (10/2/2018).

Adhyaksa pernah melihat foto siswa boncengan bertiga naik motor tanpa helm dengan baju Pramuka. Ini jelas melanggar undang-undang lalu lintas, lalu kata dia, beberapa orang kemudian menyalahkan pembina Gerakan Pramuka, padahal mereka hanya berseragam Pramuka, namun bukan Pramuka aktif.

“Saya menjamin bahwa mereka yang Pramuka aktif dan lulus SKU, SKK dan tanda-tanda kecakapan lainnya tidak ada yang terlibat narkoba, tawuran, LGBT, apalagi kegiatan-kegiatan seperti dalam video tersebut tidak ada dalam kurikulum dasar kepramukaan,” jelasnya

Kedua lanjut Adhyaksa, ia mengungkapkan ada ribuan kegiatan Pramuka setiap minggunya diadakan oleh Gerakan Pramuka dari berbagai tingkatan di seluruh Indonesia, dan kegiatan tersebut tidak mudah karena umumnya dilaksanakan di luar ruangan.

Adhyaksa mengaku tidak bersedih meskipun jarang kegiatan tersebut, maupun kegiatan kerelawanan Pramuka lainnya yang diliput media. Adhyaksa juga merasa beruntung berkat pendidikan yang diberikan senior-senior Gerakan Pramuka terdahulu, Pramuka memiliki pembina yang ikhlas meluang waktu, pikiran dan tenaga.

“Tujuannya satu, yaitu membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila, serta melestarikan lingkungan hidup. Gerakan Pramuka di 34 Provinsi dan 514 Kota/Kabupaten terlibat aktif dalam gotong-royong mewujudkan cita-cita besar Indonesia,” terangnya.

Bahkan kata Adhyaksa, pihaknya juga sudah lama merumuskan dan mensosialisasikan 10 Tugas Pramuka di media sosial yang pada tugas keempat berbunyi: Membela dan mengamalkan Pancasila, NKRI, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, serta merawat harmoni dan solidaritas antarwarga di media sosial.

Terakhir Adhyaksa menyampaikan ucapkan terima kasih kepada semua yang sudah memberikan masukkan terhadap Gerakan Pramuka. Ia meminta jangan sungkan langsung tabayyun, dan jangan ragu langsung konfirmasi ke Kwarnas Gerakan Pramuka jika ada hal-hal yang perlu ditanyakan terkait Gerakan Pramuka.

“Kami sangat terbuka berdialog dengan Bapak/Ibu dan teman-teman untuk kemajuan Gerakan Pramuka. Mari kita bekerjasama untuk kaum muda mewariskan yang terbaik bagi bangsa,” tandasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.