Rabu, 5 Oktober 22

Ade Komarudin: Saya Minta Ical, Agar Setya Novanto Diperingatkan

Ade Komarudin: Saya Minta Ical, Agar Setya Novanto Diperingatkan
* Ade Komarudin.

Jakarta, Obsessionnews.com – Mantan Sekretaris Fraksi Partai Golkar Ade Komarudin mengaku sudah meminta kepada Ketua Umum Partai Golkar saat itu Aburizal Bakrie (Ical) untuk memperingatkan Setya Novanto agar tidak terlibat dalam proyek pengadaan e-KTP.

“Saya mengingatkan kepada ketua umum Partai, Pak Ical. Saya sampaikan bising di media, bisik-bisik, tolong diingatkan Pak Ketua agar Pak Novanto tidak terlibat dalam pekerjaan itu karena ada kekhawatiran saya,” ujar Ade saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Senin (15/10/2017).

Menurutnya, Setya Novanto sebagai Bendahara Partai Golkar saat itu, berbahaya jika sampai menerima uang dari proyek e-KTP. “Saya saat itu kebetulan sekretaris fraksi dan beliau juga bendahara partai, posisi itu krusial, kalau partai menerima uang tidak halal maka partai bisa terlibat,” tambahya.

Adr Komarudin menjadi saksi untuk terdakwa pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong yang didakwa mendapatkan keuntungan 1,499 juta dolar AS dan Rp1 miliar dalam proyek pengadaan KTP-Elektronik (KTP-E) yang seluruhnya merugikan keuangan negara senilai Rp2,3 triliun.

Untuk mempertegas pernyataan Ade Komarudin, hakim Jhon menanyakan lagi apa yang dimaksud mengingatkan.

“Memang berita tentang apa, sampai harus mengingatkan,” tanya ketua majelis hakim Jhon Halasan Butarbutar.

“Iya tolong diingatkan agar tidak terlibat pekerjaan itu, soal e-KTP,” jawab Ade Komarudin.

“Akhirnya diingatkan atau tidak,” tanya hakim Jhon.

“Akhirnya benar diingatkan dan Pak Novanto sering berkoordinasi dengan saya mengenai banyak hal karena ketua dan sekretaris harus banyak bekerja sama dalam banyak hal. Lalu Pak Novanto mengatakan ‘sudah saya sampaikan ke Pak Ical tidak apa-apa’ ya sudah alhamdulilah,” jawab Ade Komarudin.

“Ada pertemuan di rumah ketua partai,” tanya hakim Jhon.

“Tidak itu di rumah saya. Kami koordinasi malam hari di rumah saya. Banyak agenda di rumah saya, lalu dia mengatakan ‘Aman’ ya sudah alhamdulilah. Pertemuan itu kalau besoknya ada agenda penting partai yang harus diamankan jadi kami koordinasi,” jawab Ade Komarudin.

Pertemuan itu terjadi di rumahnya di Jalan Mendawai 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada sekitar tahun 2014.

“Apa pertemuannya berdua saja?” tanya hakim Jhon.

“Iya, kan beliau ketua fraksi, dan saya sekretaris. Dia (Setnov) menyampaikan ke ketua umum Pak Ketua mengamankan ‘aman beh’. Saya ‘positif thingking’ saja karena kepentingan saya hanya untuk partai karena kaitannya beliau bendahara umum kan bisa partai diancam dibubarkan kalau ada aliran dana (ke partai). Tapi disampaikan ‘aman’ berarti secara peraturan yang berlaku aman,” jawab Ade Komarudin. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.