Selasa, 14 Juli 20

Adanya Kasus BG, KPK Buka Luka Lama ‘Cicak vs Buaya’

Adanya Kasus BG, KPK Buka Luka Lama ‘Cicak vs Buaya’

Jakarta – Koordinator Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kriminalisasi, Taufan Imral mengatakan reaksi masyarakat atas pengangkatan Budi Gunawan (BG) itu berjalan positif, khususnya dari lembaga internal Polri, LSM, mahasiswa, dan juga lembaga DPR RI yang menyatakan siap untuk mendukung dan menghormati Kapolri pilihan Presiden Joko Widodo.

Namun, menjelang dilaksanakannya ‘fit and proper test’ di Senayan, seolah tak menghormati keputusan presiden, KPK mengumumkan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka, dan disangkakan dengan pelanggaran pasal 12 huruf a atau b, Pasal 5 ayat 2, Pasal 11 atau 12 B UU Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sebagaimana halnya pasal diatas, lanjut Taufan, KPK menggunakan asas praduga tak bersalah untuk menjegal langkah Komjen Budi Gunawan menjadi Kapolri. Dapat dibilang kasus yang dilemparkan KPK pada publik tidak hanya mengenai jabatan Kapolri, melainkan juga nama baik institusi Polri.

“Serta membuka luka lama perseteruan antara Polri vs KPK yang terkenal dengan istilah Cicak dan Buaya,” ujar Taufan kepada wartawan di Jakarta, Rabu (14/1/2015).

Taufan menambahkan, terlepas dari rekayasa alasan penyidikan KPK sejak laporan tahun 2010 yang lalu, disektor kepemimpinan, KPK telah mengesampingkan berbagai elemen penting dalam suatu jabatan, salah satu diantaranya yakni sisi integritas, kepemimpinan, visi, dan kemampuan menjaga stabilitas negara.

“Yang hanya terdapat pada sosok Budi Gunawan. Karena itu, kami menyatakan bahwa keputusan KPK yang menetapkan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka sarat dengan muatan kepentingan politik adu domba, pesanan para elit, serta mengesampingkan aspek visibilitas ketahanan negara yang kuat,” katanya.

KPK, kata Taufan, jelas terlihat telah menjadi ‘alat’ kepentingan bagi para elit, daripada sebagai penegak hukum yang jujur dan berpikir panjang mengenai ketahanan atau masa depan bangsa.

“Dengan ini Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kriminalisasi menolak kriminalisasi terhadap Komjen Budi Gunawan oleh KPK. Dan mendukung pengangkatan Budi Gunawan sebagai Kapolri pilihan Presiden Joko Widodo,” pungkasnya. (Pur)

Related posts