Minggu, 8 Desember 19

Ada Toyota Indonesia, Ada Johnny Darmawan

Ada Toyota Indonesia, Ada Johnny Darmawan

Jakarta – Kesuksesan Toyota Astra Motor (TAM), sebagai perusahaan otomotif yang terbesar dan utama di Indonesia, tak lepas dari andil Johnny Darmawan. Bahkan muncul joke, ada Toyota, pasti ada Johny Darmawan. Saking melekatnya keduanya satu sama lainnya.

“Kita harus memberi contoh bagi banyak hal. Itu memang sulit dan butuh waktu lama, tapi itu adalah hal yang efektif,” ujar Johnny Darmawan, mantan Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor dalam bedah buku ‘Rahasia Reputasi Toyota Indonesia’ di Hotel Le Meredian, Rabu (15/7/2014) malam.

Lebih lanjut, pria ramah berkumis tebal itu menambahkan, kalau pemimpin adalah motor. Seorang pemimpin harus bisa menjadi rekan kerja, teman dan pemimpin bagi para karyawannya.

Presiden Direktur TAM sejak 2002 hingga 2014 itu, menambahkan, kalau seorang pemimpin harus mengetahui benar kondisi perusahaannya. Tidak jarang dia memilih untuk bertanya langsung pada karyawan di tingkat bawah dibanding bertanya pada manager atau general managernya.

Hasilnya, Toyota pun mampu tetap eksis sejak tahun 1971 silam dan menjelma menjadi raksasa otomotif di Indonesia.

Bertahun-tahun mereka jadi pemimpin pasar di industri mobil nasional dengan penjualan lebih dari 30 persen dari total market yang ada tiap tahunnya.

Sedangkan, praktisi public relation, Agung Laksamana menjelaskan, reputasi seorang CEO berdampak besar bagi perusahaan di mata konsumen karena posisinya sebagai brand ambassador dari perusahaan yang dipimpinnya.

Hal ini menurut dia, karena dewasa ini konsumen sudah semakin cerdas sehingga lebih berhati-hati dalam membeli barang. Selain itu ditambah lagi dengan ‘membanjirnya’ merek-merek di pasaran dan kemudahan akses informasi membuat konsumen diberikan berbagai pilihan.

Membangun kepercayaan dalam dunia bisnis merupakan faktor kunci untuk menjaga kelanggengan bisnis. Dikatakannya, untuk mendapatkan reputasi yang baik sebagai seorang CEO perusahaan tidaklah mudah sehingga kepercayaan yang didapat dari berbagai relasi dan konsumen haruslah dijaga dengan baik.

“Seperti yang pernah dikatakan pengusaha AS, Warren Buffet, it takes 20 years to build a reputation and five minutes to ruin it,” katanya.

Sedangkan, Prita Kemal Gani yang merupakan Ketua Umum PERHUMAS sekaligus Founder & Director STIKOM The London School of Public Relation Jakarta, pun merasa bangga. Lantaran bedah buku yang ditulis oleh Henni T. Soelaeman dan Taufik Hidayat tersebut, syarat akan inspirasi bagi calon pemimpin.

“Sebagai seorang CEO, Johnny Darmawan sangat paham akan pentingnya dunia Public Relation (PR). Saya tahu basis pendidikan beliau bukan PR, tapi rupanya praktek yang beliau jalankan selama memimpin Toyota Indonesia, lebih dari itu semua. Bapak Johnny melakukan semuanya diluar kebiasaan seorang CEO. Dengan cara itu pula cukup efektif membuat Toyota jadi pemimpin pasar otomotif nasional,” jelas Prita.

Pada intinya, buku yang tebalnya sekitar 202 halaman tersebut, mengupas strategi yang diaplikasi oleh sang CEO Toyota Indonesia itu. Bukan hanya pemasaran, tapi hingga ke hubungan individual pun sangat diperhatikan oleh seorang Johnny Darmawan.

Terus Berkarya Pak Johny, Sukses dan Sehat Selalu….

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.