Senin, 29 November 21

Ada Tiga Distorsi Fungsi Polri yang Menyita Tugas Utama Polisi

Ada Tiga Distorsi Fungsi Polri yang Menyita Tugas Utama Polisi

Jakarta, Obsessionnews – Direktur Eksekutif Institute for Strategic and Indonesia Studies (ISIS) Kisman Latumakulita menilai, saat ini Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengalami distorsi fungsi dan kewenangan.

Menurut Kisman, sedikitnya ada tiga fungsi Polri yang hari ini sangat menyita tugas-tugas utama Polri sebagai penjaga dan pengawal keamanan serta ketertiban masyarakat.

“Tiga distorsi fungsi Polri antara lain terkait penyelidikan dan penyidikan masalah korupsi, terorisme dan narkotika,” ujar Kisman dalam diskusi publik bertajuk “Polemik Calon Kapolri dan Urgensi Penataan Kembali Kelembagaan dan Fungsi Polri” yang digelar Institut Ekonomi Politik Soekarno-Hatta (IEPSH) di Jakarta, Selasa (7/4/2015).

Dia menjelaskan, polisi yang mengurusi ketiga bidang itu hanya terdapat di Indonesia, yang melibatkan dan menyita ribuan bahkan puluhan ribu anggota polisi.”Kenyataan ini tidak pernah kita temukan di negara lain. Akibatnya begal beroperasi di mana-mana, pemerkosaan dan pelecehan seksual sering terjadi di angkot, serta pencurian dan penjambretan di siang hari,” kata Kisman.

Seharusnya, lanjut Kisman, kriminal seperti korupsi bidang ekonomi cukup ditangani oleh Kejaksaan dan KPK, yang memang dibentuk untuk menangani kriminal ekonomi negaraa atau pidana khusus (Pidsus). Sementara, untuk penanganan terorisme hendaknya diserahkan kepada TNI karena bentuk dan sifat terorisme sudah mengancam sendi-sendi keselamatan, keamanan dan ketahanan negara.

“Kebetulan TNI sudah memiliki satuan antiteror yang handal seperti Detasemen Gultor Kopassus, Denjaka Marinir TNI AL dan Denbravo Paskhas TNI AU,” jelasnya.

Sedangkan khusus masalah narkotika dia meminta Polri hanya menangani sampai penyidikan dan pemberkasan perkara pidana narkotika saja. “Untuk penyelidikan dan penindakan diserahkan kepada unsur-unsur TNI yang diperbantukan kepada Badan Narkotika Nasional (BNN),” ungkapnya.

Menurut Kisman, polisi sebaiknya dikembalikan kepada tugas utama sebagai penjaga, pengawal keamanan dan ketertiban masyarakat serta akibat hukum yang ditimbulkannya. (Purnomo)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.