Kamis, 30 Juni 22

Ada Tahanan Koruptor Keluar Malam Menyuap Sipir

Ada Tahanan Koruptor Keluar Malam Menyuap Sipir

Jakarta – Komisi‎ Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mendalami beredarnya kabar mantan Bendahara Umum Demokrat Muhammad Nazaruddin yang disebut kerap mengelar rapat di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Sukamiskin Bandung.

Juru bicara KPK, Johan Budi mengatakan, KPK belum bisa menyimpulkan apakah kabar tersebut memenuhi unsur kebenaran. Saat ini kordinasi dengan Kementerian Hukum dan Ham masih dilakukan untuk menyelidiki kondisi Lapas Sukmiskin yang terkenal sangat ketat. “Belum bisa disimpulkan, kita masih melakukan kordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM,” ujarnya di Jakarta, Selasa (8/7/2014).

Yang pasti, kata Johan, KPK sangat prihatin dan menyangkan atas kondisi keamanan di ‎Lapas Sukamiskin, jika memang kabar tersebut benar. Pasalnya bukan kali ini aja, sebelumnya Nazar juga pernah disebut kerap mengendalikan 28 perusahaannya di dalam penjara.

Ketua Umum KPK Abraham Samad mengaku, bahwa ada beberapa tahanan koruptor yang sering keluar di malam hari dengan menyuap sipir. Fenomena tersebut sudah terlihat cukup lama karena diduga ada permainan suap menyuap antara petugas sipir dengan para tahanan. “Sebenranya statemen saya dulu cuma ingin mengingatkan kepada setiap orang bahwa saya sudah mencium gelagat itu,” ujar Samad.

Diketahui, dalam sidang lanjutan terdakwa mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Senin (7/7) Jaksa Penuntut Umum memanggil mantan Manager Marketing PT Anugerah Nusantara (Permai Group) Clara Mauren sebagai saksi.

Clara mengaku, Nazaruddin masih kerap ‎mengelar rapat di dalam tahanan Sukamiskin, rapat rutin itu membahas banyaj hal terkait perusahaan Permai Group milik Nazar. Rapat itu dilakukan persama sejumlah pegawai Permai Group. Selain di Sukamiskin, Clara juga mengatakan rapat pernah juga dilakukan Nazar di Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob, Depok, dan Rutan Cipinang, Jakarta.

Clara menjelaskan, Nazar kerap meminta kepada pegawai Permai Group untuk mengarang cerita terkait persoalan yang menyangkut perusahaannya. Ruang tahanan Nazar saat di Mako Brimob kata Clara cukup besar.

Sementara itu, saat di Rutan Cipinang, rapat biasa dilakukan di ruang kepala rutan maupun staf rutan. Biasanya lanjut Clara setiap kali rapat diikuti sekitar 10 sampai 15 orang. Ia bersama pegawai Permai Group lainnya dapat secara bergerombol memasuki rutan. Menurut Clara, sejumlah penjaga rutan pun sudah tahu akan ada pertemuan rutin dengan Nazar sehingga tak pernah melarang. Kejadian itu terjadi berulang kali dan tidak pernah mendapatkan permasalah. (Abn)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.