Selasa, 19 Oktober 21

Ada Permainan Mafia Di Balik Kenaikan Bawang dan Cabai

Ada Permainan Mafia Di Balik Kenaikan Bawang dan Cabai
* ilustrasi cabe.

Jakarta, Obsessionnews – Kementerian Pertanian mencurigai ada permainan mafia yang mengatur tingginya harga cabai dan bawang di pasar. Pasalnya kenaikan itu tidak sebanding dengan harga penjualan para petani yang masih normal.

Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Yasid Taufik menduga ada pihak yang memainkan peran dalam membuat tingginya harga cabai dan bawang di pasar, padahal harga kedua komoditas tersebut di petani masih murah.

“Harga enggak normal ini apa? Ini yang namanya suatu disparitas yang lebar. Perbedaan harga di petani dengan penjual grosir dan ritel kalau sudah begini ada yang mainkan,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan, Yasid Taufiq Minggu (13/3/2016).

Bahkan ia mengatakan, kenaikan ini tidak disebabkan karena kurangnya pasokan bawang di pasar. Berdasarkan hasil observasi di lapangan, pihaknya melihat pasokan bawang dan cabe di pasar masih melimpah.

“Sebetulnya yang bergejolak harga, tapi existing ketersediaan bawang dan cabai enggak bergejolak. Di pasar iru tumpukan bawang dan cabai ada. Gejolak harga karena kurang pasokan, itu normal. Tapi saya keliling (pasokan) penuh itu,” jelas dia.

Lebih lanjut, masih kata Yasid, harga jual petani untuk cabai dan bawang antara Rp8 hingga Rp10 ribu per kilogram. Sedangan Harga titik impas atau Break Event Point (BEP) yang berlaku adalah antara Rp12 sampai Rp15 ribu sehingga harga jual di pasaran seharusnya hanya sekira Rp20 ribu per kilogram.

“Kalau harga di pasar normalnya Rp20 ribu untuk cabai merah besar sama keriting, harga relatif sama ongkos produksinya. Harga paling mahal wajar itu di grosir Rp17 sampai Rp20 ribu sampai lompat Rp60 ribu di eceran. Kondisi ketersediaan normal,” pungkasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.