Jumat, 2 Desember 22

Ada Perjanjian Tak Tertulis Disepakati Dua Kubu Golkar

Ada Perjanjian Tak Tertulis Disepakati Dua Kubu Golkar

‎Jakarta, Obsessionnews – Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar versi Munas Bali, HM Ridwan Hisjam, mengatakan bahwa agenda musyawarah nasional luar biasa (munaslub) sebenarnya tidak pernah diwacanakan sejak awal pada saat Golkar terpecah menjadi dua kubu.

Ridwan mengungkapkan, ada perjanjian tidak tertulis yang telah disepakati oleh kubu Agung Laksono dan Aburizal Bakrie pada saat sengketa Golkar mulai disidangkan di pengadilan tingkat pertama. Disebut, kedua kubu telah sepakat akan menerima dengan legowo apapun keputusan pengadilan.

“Perlu diingat kembali pada saat kasus ini dimasukkan ke pengadilan ada komitmen tidak tertulis yang menyatakan akan mematuhi keputusan hukum tingkat pertama‎,” ujar Ridwan kepada Obsessionnews, Minggu (13/9/2015).

Namun kenyataannya kesepakatan itu dilanggar, pihak yang merasa dirugikan dengan putusan pengadilan tingkat pertama, lalu mengajukan ke pengadilan tingkat banding‎. Bahkan saat ini proses hukumnya sudah sampai ke tingkat kasasi. Menurutnya, ini menunjukan kedua kubu masih memiliki ego masing-masing.

Untuk itu, karena penyelesaian konflik Golkar terlihat sangat alot, kader-kader muda Golkar mewacanakan munas bersama luar biasa yang telah disepakati oleh ‎38 pengurus DPD Golkar tingkat kabupaten/kota diseluruh Indonesia pada awal Februari 2015 di Malang.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI mengatakan, usulan munaslub sudah sangat sesuai dengan keinginan politisi senior Partai Golkar Akbar Tandjung yang sejak awal menginginkan terbentuknya kepengurusan Golkar yang baru, melalui forum munaslub demi keutuhan Golkar.

‎”Ini menunjukkan tidak ada sikap Legowo dan hanya kepentingan masing-masing. Sehingga kalau kita ingin Golkar Bersatu untuk Maju (semboyan Golkar era reformasi 1999-2004 atau Ketua Umum Akbar Tandjung), maka penyelesaiannya sesuai yang disampaikan oleh Pak Akbar yaitu Munas bersama,” terangnya.

Saat ini, agenda munaslub ‎masih menjadi pembicaraan serius di internal Golkar. Rencananya munaslub akan digelar Oktober 2015 oleh kader-kader muda Golkar. Ridwan pun belum bisa memprediksi apakah munaslub bisa berjalan dengan sukses. Hal ini masih tergantung lobi-lobi dari masing-masing dua kubu.

‎”Tergantung lobi-lobi yang sedang berjalan, karena Tim 10 telah sukses mengantarkan kader-kader Partai Golkar maju di Pilkada serentak tanggal 9 Desember 2015. Artinya semua pihak di Partai Golkar mencintai Partai Golkar Bersatu Untuk Maju, sehingga peluang itu tetap terbuka,” tuturnya.

Adapun mengenai sengketa Partai Golkar di pengadilan tingkat pertama, Pengadilan Tata Usaha Negara memenangkan Aburizal. Kubu Agung kemudian mengajukan Banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara, dan dimenangkan. Selanjutnya kubu Aburizal mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.