Senin, 18 Oktober 21

Ada Parpol Takut PT Capres Nol Persen

Ada Parpol Takut PT Capres Nol Persen

Jakarta, Obsessionnews.com – Nampaknya, demokrasi di Indonesia saat ini berjalan setengah-setengah bahkan nyaris dikangkangi partai politik (parpol). Ini terlihat dari kebebasan rakyat memilih calon presiden (capres) pada Pilpres 2019 dipaksa dibatasi dengan Presidential Threshold (PT) sehingga rakyat tersandera tidak bisa bebas memilih capres terbaiknya. Pasalnya, ada parpol yang ditengarai takut jika capres tidak dibatasi maka capres alami pilihan rakyat bakal mengalahkan capres dari parpol tersebut.

Akibat rakyat dalam memilih capres yang dibatasi dengan PT, maka terpaksa yang dipilih adalah calon presiden selera parpol, bukan presiden pilihan rakyat. Ini cenderung ke arah kekuasaan oligarki sontoloyo!

Untuk mengritisi dan menyorot hal ini, Garuda Nusantara Center (GN Center) menggelar diskusi publik bertema “Presidential Threshold dan Masa Depan Demokrasi” bertempat di Restoran Bangi Coffe Tiam Kawasan SCBD Jakarta Selatan, Sabtu (21/10/2017).

Menurut inisiator GN Center, Andrianto SIP, diskusi akan berlangsung pukul 13:00 WIB hingga selesai. Direncanakan akan menghadirkan empat narasumber yang cukup kompeten untuk membahas tema yang akan didiskusikan. Keempat narasumber yang direncanakan hadir adalah Pakar Hukum Tata Negara Rafly Harun, Direktur Pasca Sarjana Unas Alfan Alfian, Direktur Indobarometer M. Qodari, dan Wasekjend DPP Partai Golkar Bobby A Rizaldi.

Andrianto melanjutkan, Pemilu nasional serentak 2019 yang akan datang menjadi babak baru dalam sistem pemilu. Pemilu Legislatif (Pileg) berbarengan dengan Pemilu Presiden (Pilpres). Dikatakannya, pemilu semacam ini menjadi menarik karena model ini disebut pemilu konkuren (concurrent elections), yang diharapkan dapat munculkan efek konkurensi lazim disebut Coattail effect.

“Asumsinya pemerintahan yang kuat ketika pemilih Legislatif korelasi dengan pemilih presiden,” ujar Andrianto yang juga Aktivis.

Namun demikian, Andrianto menambah akan bahwa hal tersebut mengemuka ketika aturan PT masih aturan lama yakni 20 % kursi dan 25 % suara. Hal ini menyiratkan adanya dominasi parpol serta menutup ruang untuk tampilnya Capres yang beragam. Sehingga publik berasosiasi, hanya muncul akan muncul dua kandidat yaitu Jokowi dan Prabowo sebagai kompetitor dalam Pilpres 2019.

Ia menegaskan, rakyat pro demokrasi berharap hakim Mahkamah Konstitusi (MK) khususnya yag idealis menggolkan PT nol persen. “Saat ini, aturan akan Presidential Threshold masih tertahan di MK. Mungkinkah masih ada harapan PT jadi nol persen or MK tetap ikuti PT lama,” harapnya. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.