Selasa, 28 Juni 22

Ada Kesan Jokowi Setengah Hati Lakukan Reshuffle

Ada Kesan Jokowi Setengah Hati Lakukan Reshuffle

Jakarta, Obsessionnews – Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI Bambang Soesatyo menilai, Reshuffle Kabinet Kerja yang diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini, kental nuansa kompromi. “Muncul kesan, Presiden Jokowi setengah hati melakukannya, karena sudah tidak tahan lagi dengan desakan dan tekanan dari berbagai unsur kekuatan pendukungnya.” Tandasnya, Rabu (12/8).

Menurut Bambang Soesatyo, reshuffle kabinet yang kompromistis itu terlihat pada pergantian menteri Sekretaris Kabinet dari Andi Wijoyanto ke Pramono Anung, dan pergantian Menteri PPN/kepala Bappenas dari Adrinof Chaniago ke Sofyan Djalil. “Andi dan Adrinof yang dikenal sebagai orang dekat dan sosok kepercayaan Jokowi sepertinya diminta mengalah,” ungkapnya.

Dengan kompromi itu, lanjut dia, Presiden Jokowi berharap tidak ada lagi rongrongan dari berbagai unsur kekuatan pendukungnya. Dengan “Pramono Anung menjabat Menteri Sekretaris Kabinet, Presiden berharap kader-kader PDI-P berhenti menekannya,” bebernya pula.

Bambang menganggap, bisa dimaklumi kalau Presiden setengah hati melakukan perombakan itu, karena masa bhakti Kabinet Kerja baru berjalan 10 bulan. “Reshuffle hari ini otomatis merusak citra presiden, karena akan muncul anggapan bahwa dia telah melakukan kesalahan memilih figur menteri pada awal pembentukan kabinet kerja,” paparnya.

“Kendati begitu, saya ingin memberi perhatian khusus pada perubahan di tim ekonomi kabinet menyusul pergantian Menko Perekonomian dan Menteri Perdagangan. Perekonomian global saat ini diwarnai dengan perang valuta yang disulut oleh China dan Amerika Serikat (AS). China mendevaluasi Yuan sebesar 2 persen untuk menggenjot ekspor. Prospek ekspor Indonesia menjadi makin suram,” tutur Bambang.

Sedangkan Perekonomian dalam negeri, ungkap dia, diwarnai dengan isu kelangkaan dan tingginya harga daging sapi akibat ulah spekulan. Setelah daging sapi, bukan tidak mungkin akan muncul masalah pada komoditi kebutuhan pokok lainnya.

“Karena itu, saya menghimbau para menteri ekonomi untuk mewaspadai dan merespons masalah-masalah itu dengan strategi dan kebijakan yang tepat,” tegas Bambang. (Ars)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.