Sabtu, 8 Oktober 22

Ada Kemungkinan Pertemuan Jokowi – Prabowo Bahas Soal BG

Ada Kemungkinan Pertemuan Jokowi – Prabowo Bahas Soal BG

Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menggelar pertemuan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Istana Bogor, Jawa Barat.

Pengamat Politik Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia Philips Vermonte menilai pertemuan tersebut adalah hal yang wajar. Dimana seorang Presiden yang sedang menghadapi persoalan, dia (Jokowi)  berhak menjalin komunikasi dengan para parpol.

“Wajar-wajar saja kan itu ada banyak option, terkait dengan masalah pak BG ya. apakah dilantik, kalau tidak dilantik bagaimanan. Kalau tidak dlantik dia membutuhkan calon baru dan itu membutuhkan dukungan dari DPR lagi untuk menggantikan melalui fit and propertes,” ujar Philips di Horapa Resto, Jl. Teuku Cik Ditiro No.31, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (29/1/2015).

“Untuk itu ya pak Jokowi sudah seharusnya berkomunkasi dengan partai Gerindra dan saya kira dengan partai-lain lain juga,” tambahnya.

Namun dia tidak menjawab terlalu banyak ketika ditanya apakah ada kemungkinan Jokowi curhat di saat dia dalam kondisi tertekan.

“Gak tahu juga. Tapi kalau dari sisi komunikasi politik, ya itu memang harus dilakukan, bukan curhat lho ya, tapi mencari atau mendapatkan dukungan dari parppol. Karena biar bagaimana kan pak Jokowi dan PDIP itu kan di DPR minoritas, dibandingkan dengan koalisi yang dibikin pak prabowo, KMP,” jelasnya.

Menurut Philips, Presiden Jokowi ada partai pendukung, sehingga Jokowi tidak merasa ditinggalkan, dan dia juga tidak harus curhat ke Prabowo. Hanya saja sekarang Jokowi berbeda pandangan dengan PDIP.

“Saya rasa ngga juga, karena ada banyak isu ya, jadi saya rasa dia tidak ditinggalkan oleh PDIP. Cuma hari ini dia berbeda pandangan dengan PDIP,” ungkapnya.

Dia juga berpendapat, dari dulu koalisi seperti KMP dan KIH itu tidak pernah permanen. Karenanya mereka pasti bakal berkoalisi berdasarkan isu, dan di isu tertentu mereka sepakat di isu yang lainnya mereka berbda.

“Nah dari situ dibutuhkan kelincahan komunikasi politik dari sisi timnya pak jokowi. Karena partai ini kan punya kepentingan yang beda-beda,” jelas Philips.

“Mungkin ini lebih baik kalau pak Jokowi sudah berkomunikasi lagi dengan pak Prabowo,” pungkasnya. (Pur)

Related posts