Jumat, 30 Oktober 20

Ada Indikasi Korupsi di Proyek Ciregol

Ada Indikasi Korupsi di Proyek Ciregol
* Ketua Daerah Komite Pemantau Kinerja Yudikatif Eksekutif Legislatif Republik Indonesia (KPK YEL RI) Tegal, Jawa Tengah, Wendy. (foto: Istimewa)

Jakarta, Obsessionnews.com – Komite Pemantau Kinerja Yudikatif Eksekutif Legislatif Republik Indonesia (KPK YEL RI) Tegal, Jawa Tengah, telah melaporkan kasus dugaan korupsi terkait penunjukan langsung PT Buton Tirto Baskoro pada paket  longsor Prupuk – BTS, Banyumas dalam  pelaksanaan pekerjaan darurat bencana alam Ciregol, yakni Jalan Tegal- Purwokerto, Jawa Tengah sebesar Rp69.718.503.000 rupiah.

Ketua Daerah KPK YEL Tegal Wendy menyebutkan adanya indikasi kolusi korupsi nepotisme (KKN) antara PT Buton Tirto Baskoro (Group PT Bumi rejo ) dengan pihak PU Binamarga Balai Besar pelaksanaan Jalan Nasional V.

Wendy mengungkapkan, telah terjadi dua surat perintah mulai kerja (SPMK) tumpang tindih pada lokasi yang sama tanpa pelelangan dengan alasan darurat longsor bencana alam Ciregol, yang kegiatan pekerjaan dengan SPMK No.KU.02.03/PJNI – PPK.09/IV/2015- 15 a Tanggal 12 April 2015 masih berlangsung.

Dia menegaskan bahwa adanya dugaan penggelembungan biaya yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp32.548.725.393 rupiah. Sehingga perlu dilakukan penyelidikan oleh KPK.

“Saya sudah laporkan kasus dugaan korupsi anggaran puluhan miliar atas proyek pelaksanaan pekerjaan darurat bencana alam Ciregol ke KPK hari ini,” ujar Wendy saat ditemui di gedung KPK, Jl H.R.Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (21/3/2018).

Dia menjelaskan PT Ria Kencana yang sudah menyelesaikan pekerjaan ternyata belum dibayar pihak pemberi pekerja atau PU Bina Marga.

Selain itu, Sekretaris dan Ketua Harian KPK Yel RI Ahmad Soleh menuturkan pihak PU Binamarga dengan Satuan Kerja dan Panitia Pembuat Komitmen (PPK) penuh dengan rekayasa kontrak dan penggelapan biaya pelaksanaan pekerjaan darurat bencana alam Ciregol.

Menurutnya ada kejanggalan Bank dalam garansi sebagai jaminan pelaksanaan melalui Bank Jateng, dimana jaminan dikeluarkan pada 13 Agustus 2015 untuk menjamin pekerjaan sebelum 16 April 2015 sampai 12 Agustus 2015. Termasuk SPMK Nomor KU.02.03/SPJN I- PPK.09/Ciregol/IV/2015- 01 dengan nilai anggaran sebesar Rp 30 miliar sedangkan nilai jaminan hanya berdasarkan surat Penunjukkan Nomor PW.04.01/SPJN.1- PPK.09/CRG/VIII/2015-01 pada tanggal 12 Agustus 2015 sebesar Rp 69.718.000.00 teriindikasi jaminan pelaksanaan palsu.

Sementara itu adanya mengeluarkan SPMK kepada PT Buton Tirto Baskoro tanpa lelang umum, kemudian menggelapkan biaya pelaksanaan PT Ria Kencana agar SPMK PT Buton Tirto Baskoro  dapat diterbitkan.

Ia menambahkan ada perbedaan satuan galian tanah yang direkayasa dengan selisih Rp 22,350/ m3. Selanjutnya adanya tumpang tindih item pekerja galian biasa.

Dia berharap KPK menindaklanjuti kasus dugaan korupsi proyek longsor bencana alam Ciregol (Jalan Tegal- Purwokerto, Jateng) tersebut.

“Kita ingin proses hukumnya cepat ditindaklanjuti dan adil. Karna sangat merugikan negara hingga puluhan miliar,” paparnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.