Sabtu, 21 Mei 22

Ada 500 Titik di Sumbar yang Dapat Dijadikan PLTA

Ada 500 Titik di Sumbar yang Dapat Dijadikan PLTA

Padang, Obsessionnews.com – Sumatera Barat (Sumbar) banyak tersimpan energi yang dapat dikelola menjadi energi terbarukan. Wilayah seluas 42.297,30 km2 ini terdapat lebih dari 500 titik yang dapat dijadikan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

“Sumbar merupakan lumbung energi hijau, hal ini membuat banyak potensi energi terbarukan, seperti PLTA Maninjau, PLTA Singkarak. Selain itu terdapat potensi lebih dari 500 titik yang dapat dijadikan PLTA. Untuk potensi Geothermal/panas bumi terdapat 16 titik karena ada enam gunung api yang aktif, dan dengan potensi energi yang diperoleh mencapai 6000 MegaWatt,” kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dalam sambutannya saat pembukaan konferensi Internasional yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Padang (ITP), Rabu (20/7).

International Conference on Technology, Innovation and Society (ICTIS) 2016 dengan tema “Hight and Smart Technologies for Future Society” yang diselenggarakan selama dua hari ini diikuti para delegasi dari sembilan negara yakni Malaysia, Taiwan, Jepang, China, Belanda, Spanyol, Amerika Serikat, dan Denmark.

Irwan Prayitno menjelaskan, tahun 2016 ini energy geothermal di Kabupaten Solok Selatan telah dapat diperoleh manfaatnya. Sedangkan, di Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Solok sedang dalam proses.

Irwan - PT-

Selain potensi PLTA. Sumbar juga tengan mengembangkan pemanfaatan energi sampah, masing-masing di Kota Padang dan Payakumbuh. Keduanya tengah dijajaki investor. Kemuadian, pemanfaatan energy matahari di Kabupaten Kepulawan Mentawai.

“Tentunya pemanfaatan sumber energi ini tidak terlepas dari pemanfaatan tekhnologi. Oleh sebab itu mari ITP bermitra dengan pemerintah Sumbar guna menghasilkan tekhnologi ataupun rujukan untuk perkembangan Sumbar,” tambah Irwan Prayitno.

Gubernur Sumbar berharap kegiatan yang dibuka oleh Direktur Pembelajaran Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Paristiyanti Nurwardani ini dapat menjadi rujukan sehingga tekhnologi yang dihasilkan dapat langsung digunakan oleh masyarakat.

Turut hadir Prof. Peter Van der Sijde dari Vriye Universitied Amsterdam, Belanda. Ketua (Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta) Kopertis Wilayah X Prof. Ganefri, Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Teknologi Padang (YPTP) H. Zulfa Eff Uli Ras dan Rektor ITP Hendri Nofrianto. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.