Minggu, 2 Oktober 22

Achmad Fajar Ajak Pemuda Malang Raya Ikut Persiapkan Masa Bonus Demografi

Achmad Fajar Ajak Pemuda Malang Raya Ikut Persiapkan Masa Bonus Demografi
* Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Generasi Muda Mathla’ul Ulum Jawa Timur (Jatim), menggelar diskusi publik dengan tema “Pemuda Dalam Poros Kepemimpinan Nasional” di Malang, Jumat (1/11/2019. (Foto: Istimewa)

Malang, Obsessionnews.com -Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Generasi Muda Mathla’ul Ulum Jawa Timur (Jatim), menggelar diskusi publik dengan tema “Pemuda Dalam Poros Kepemimpinan Nasional” di Malang, Jumat (1/11/2019.

Diskusi ini dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional Jatim, seperti Ketua DPD KNPI Achmad Fajar Hisyam, Kapolres Kota Batu yang diwakili Wakapolres Zein M, Ketua Umum BPC Hipmi Kota Malang Djoko Prihatin, founder Among Tani Foundation Ganis Rumpoko, serta Ketua Badko HMI Jatim Ugik Tri Pratama.

Ketua DPW Generasi Muda Mathla’ul Ulum Jatim Fahmi menjelaskan kegiatan tersebut upaya untuk meningkatkan ilmu pengetahuan para generasi muda terkait isu-isu terkini yang banyak diperbincangkan oleh para elite, serta mempelajari kondisi terkini di Jatim khususnya. Usia produktif dari tahun ke tahun semakin meningkat, tapi pengelolaan sumber daya manusia (SDM) kurang memadai.

“Walaupun data menunjukkan 70% dari total jumlah penduduk kita adalah usia angkatan kerja, namun kualitasnya masih relatif rendah, sehingga berdampak pada pasar tenaga kerja di Indonesia,” ujar Fahmi seperti dikutip obsessionnews.com dari siaran pers, Sabtu (2/11).

Wakapolres Kota Batu Zein mengungkapkan, bukan hanya di dunia kerja para pemuda kurang produktif, tapi juga di bidang ketertiban dan kedisiplinan hukumnya. Menurutnya, pelaku kriminal di Kota Malang adalah para pemuda dan pemudi, seperti pelanggar lalu lintas, pembegalan, narkoba dan tindakan lainnya.

“Kami di kepolisian menyayangkan kondisi pemuda hari ini, yang seharusnya pemuda memiliki peranan penting untuk contoh yang baik di tengah masyarakat, tapi malah sebaliknya. Beberapa kajian yang mengatakan bahwa pelaku kriminal dan radikalisme mayoritas pemuda-pemuda, maka langkah kami sebagai pengayom masyarakat ialah berdiskusi dan bersosialisasi, termasuk juga dibantu oleh Ketua KNPI Jawa Timur Mas Fajar selaku komandan OKP se Jawa Tmur,” tuturnya.

Sementara itu Ketua KNPI DPD Jatim Achmad Fajar menuturkan, Indonesia akan mengalami masa bonus demografi hingga 2045. Di mana jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dibandingkan penduduk tidak produkif (belum produktif dan sudah tidak produktif). Jumlah usia produktif pada 2020 mencapai 68,75% dari total populasi.

Terkait melimpahnya sumber daya manusia usia produktif ini, Fajar mengajak pemuda Malang Raya memanfaatkan dengan peningkatan kualitas, baik pendidikan maupun keterampilan guna menyongsong era industri 4.0.

“Untuk menghadapi revolusi 4.0 atau era disrupsi diperlukan lterasi. Literasi tersebutlah yang menjadi modal para pemuda untuk masa yang akan datang,”
kata pemuda milenial yang akan kaju di bursa pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Malang ini.

Pemuda, lanjutnya, harus melakukan beberapa konsep untuk menjalankan literasi yang di antaranya literasi teknologi, literasi data, danliterasi humaniora.

Fajar pun menjelaskan tiga literasi itu untuk modal para generasi muda untuk masa depan. Literasi teknologi yang mana pemuda hari ini harus melek ternologi. Karena hari ini semua serba teknologi. Dia mencontohkan anak milenial susah melepaskan ketergantungan terhadap teknologi, yaitu salah satunya gadget.

Terkait hal itu Fajar mengajak memanfaatkan teknologi untuk kemandirian.

Sedangkan literasi data yang mana pemuda diwajibkan menulis data, membaca data dan mengarsipkan data, karena data tersebut merupakan ruh yang bukan hanya dipahami sebagai kuntitatif namun juga kualitatif.

Sedangkan literasi humaniora memastikan kita perlu keperadaban untuk kepentingan orang lain. Yang artinya memanusiakan manusia atau memposisikan sebagai orang lain.

“Tiga literasi itu penting untuk meningkatkan SDM pemuda-pemuda hari ini dan yang akan datang,” tegasnya.

Radikalisme
Berbicara tentang radikalisme Fajar sepakat apa yang dikatakan Komjen (Pol) Idham Azis saat menjalani fit and proper test menjadi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) di depan Komisi III DPR RI, Kamis (31/10/2019).

“Saya sepakat dengan Kapolri baru kita Bapak Idham Aziz, bahwa radikalisme bukan mewakili agama, apalagi agama islam yang rahmatan lil alamin. Jadi kita harus melawannya dengan sekuat tenaga, bahkan sampai titik darah penghabisan,” ucap Fajar.

Ia melanjutkan,”Kita semua pasti sepakat, radikalisme, narkoba, dan pelanggar HAM adalah musuh kita bersama. Pancasila harga mati.”

Ketua Umum BPC Hipmi Kota Malang Djoko Prihatin juga sependapat, bahwa kejahatan apa pun seperti radikalisme dan narkoba adalah musuh kita bersama, dan pancasila sudah final.

Djoko mengingatkan, pemuda harus ikut serta dalam usaha pemerintah untuk memajukan begara, apalagi di bidang ekonomi.

“Revolusi 4.0 jangan anggap remeh oleh kita yang muda. Kalau bukan kita yang menguasai, maka akan ada pihak asing yang menguasai,” tuturnya.

Ia juga mengajak untuk sama-sama menjajaki entrepreneur dengan menggunakan teknologi masa kini. Dia punya keyakinan masa depan kita di Indonesia akan seperti di Jepang, China dan negara barat, yang mana masyarakatnya akan bergantungan dengan teknologi.

“Hari ini kita sudah memasuki di mana tidak punya modal banyak bukan alasan untuk berwirausaha. Kita contoh gojek, grab, shopee, dan lain-lain. Gofood misalnya, mereka membuka restoran tanpa punya dapur untuk berjualan makanan. Shopee tidak perlu membangun gedung semacam mal untuk berjualan baju. Tapi mereka punya kose dan ide yang ditawarkan,” katanya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.