Senin, 18 Oktober 21

Abuya Syekh Amran: Zikir Jaga Penyalahgunaan Kekuasaan

Abuya Syekh Amran: Zikir Jaga Penyalahgunaan Kekuasaan
* Pimpinan Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf (MPTT) Asia Tenggara Abuya Syekh H Amran Waly Al-Khalidi.

Gorontalo, Obsessionnews.com – Salah satu masalah besar yang dihadapi bangsa ini adalah penyalahgunaan amanah dan kekuasaan, yang dipergunakan semena-mena untuk memperkaya diri sendiri dan keluarga beserta kroninya. Kita lupa, bahwa semua yang kita miliki saat ini, entah itu, jabatan, kekuasaan, kedudukan, harta dan apapun itu, semuanya hanya titipan Allah SWT, yang harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemaslahan umat. Salah satu solusinya adalah dengan memperbanyak zikir. Lantas zikir seperti apa?

Pimpinan Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf (MPTT) Asia Tenggara Abuya Syekh H Amran Waly Al-Khalidi  mengungkapkan, Zikir Tauhid Tasawuf bisa membersihkan batin kita dari hudud (mencari keuntungan diri). Zikir Tauhid Tasawuf juga untuk membersihkan hati kita dari merasa bangga dengan yang telah Allah titipkan pada kita seperti ilmu pengetahuan, harta, jabatan, kedudukan dan lain sebagainya.

“Semua itu milik Allah SWT semata yang dilimpahkan kepada kita untuk dipergunakan sesuai dengan ridha-Nya dengan jalan mensyukuri dan mempergunakan untuk memberikan manfaat bagi saudara-saudara kita sebagai hamba Allah di muka bumi ini,” ujar Abuya di hadapan ribuan jamaah yang menghadiri acara Kota Serambi Madinah Berzikir di Gorontalo, Senin (13/11/2017).

Baca Juga: Ratusan Ulama Tasawuf Asia Tenggara Kumpul di Gorontalo, Ada Apa?

 

Dalam siaran pers yang diterima Obsessionnews.com, Jumat (17/11), disebutkan dalam acara di Gorontalo itu Abuya memberikan petunjuk, yakni sebelum berzikir kita harus meyakini (itikad) diri kita adalah budak yang hina, banyak dosa dan kesalahan, mengharap keampunan fadhal Allah dan menyesali dosa-dosa yang telah kita lakukan serta tidak berkemauan untuk melakukannya lagi. Selain itu, kita hendaknya merasa orang yang paling jelek dari sekalian makhluk, sekalipun dengan orang yang berbuat kesalahan, karena mereka ini kesalahannya dimaafkan oleh Allah, sementara untuk kita tidak ada maaf.

“Kita juga hendaknya idhtirar, yakni berhajat kepada Allah, putus asa dari amalan pekerjaan yang telah kita lakukan, agar terlihat kelembutan kilat cahaya kasih sayang Allah SWT,” tutur Abuya.

Menurutnya, zikir merupakan kendaraan atau ibarat pesawat  yang membawa kita terbang meninggalkan alam fana (khalqiyah) dunia ini serta diri kita, menuju kepada Alam Uluhiyah.

Lebih lanjut Abuya menegaskan, jika kita sudah bisa berzikir seperti di atas, maka kita akan menjunjung tinggi perintah dan larangan Allah SWT dengan mudah, tidak ada rasa berat melakukannya. Kitajuga akan memiliki akhlak mulia, karena percaya penuh dengan ketentuan (qadar) Allah SWT, sebab segala sesuatu tidak lepas dari qadar Allah SWT. Kita akan terbebas dari berpikir melakukan sesuatu yang bertentangan dengan qadar ketentuan Allah SWT, sehingga kita dapat bermakrifat, bertauhid yang benar, karena telah mendapat cahaya hakikat dan berhakikat untuk melepaskan syirik khafi dan batin kita.

Sementara itu Pimpinan Pondok Pesantren Raudhatul Hikam, Cibinong, Bogor Syekh KH Zein Djarnuzi yang memimpin zikir dalam tausiyahnya menyampaikan, barang siapa yang berzikir dengan mengucap laillaha illallah maka 7 pintu langit akan terbuka, dan keberkahan akan turun dari langit. Syaratnya, zikir yang kita lakukan penuh dengan khusyu dan ikhlas.

“Agar kita bisa berzikir dengan ikhlas, semata-mata hanya karena Allah, maka harus melatih zikir sebanyak-sebanyaknya. Kalaupun zikir kita belum bisa khusyu dan ikhlas, maka teruslah berzikir sampai suatu saat bisa zikir dengan ikhlas. Jangan tinggalan zikir, hanya karena belum bisa ikhlas,” ujarnya.

Lebih lanjut Syekh Zein menuturkan,  kita sebagai manusia derajatnya lebih mulia daripada dunia beserta isinya, karena dunia tidak dituntut makrifat, sementara manusia bisa bermakrifat kepada Allah SWT. Karena itulah, dalam berzikir hendaknya lepaskan semua urusan dunia, lupakan pangkat, jabatan, kedudukan harta dan apapun agar kita bisa “berangkat” menuju Allah SWT.

Kota Serambi Madinah Berzikir merupakan rangkaian acara Muzakarah Pengkaderan Tauhid Tasawuf Asia Tenggara ke-1 yang diselenggarakan di Masjid Al-Huda, Kota Gorontalo. Acara zikir ini dihadiri para ulama tasawuf dari berbagai negara di Asia Tenggara antara lain Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Brunei Darussalam dan lain sebagainya. Acara Muzakarah  berlangsung pada  14-16 November 2017. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.