Senin, 18 Oktober 21

Abraham Samad Tolak Jadi Saksi Meringankan, Sutan Kecewa

Abraham Samad Tolak Jadi Saksi Meringankan, Sutan Kecewa
Jakarta, Obsessionnews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menolak menghadirkan Abraham Samad, sebagai saksi meringankan dalam perkara korupsi pembahasan APBN-P 2013 Kementerian ESDM yang melibatkan mantan Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor, Jakarta. KPK khawatir akan terjadi konflik kepentingan dalam penanganan perkara tersebut.
Sidang lanjutkan mantan Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana sedianya menghadirkan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif Abraham Samad sebagai saksi. Namun hal itu batal dilakukan karena Samad tidak berkenaan hadir.
Jaksa KPK, Dody Sukmono hanya membacakan surat dari Wakil Ketua KPK, Zulkarnaen yang menerangkan alasan ketidakadilan Samad dalam persidangan ini. Zulkarnaen mengatakan pimpinan KPK keberatan menjadi saksi meringankan karena khawatir akan terjadi konflik kepentingan.
“Maka kami menyampaikan dengan segala hormat bahwa kami tidak dapat hadir untuk didengar keterangannya sebagai saksi yang mengutungkan Sutan Bhatoegana,” ujar Dody menirukan perkataan Zulkarnaen, Kamis (9/7/2015).
Sutan sendiri mengaku kecewa. Dia mengatakan mestinya Samad dihadirkan di muka persidangan agar menjelaskan posisi kasusnya dan membeberkan dua alat bukti yang dijadikan sebagai dasar penetapan dirinya sebagai tersangka.
“Mestinya pa AS (Abraham Samad) itu ada di sini, itu kebohongan publik karena bilang ada dua alat bukti, saya ingin katakan saya ini korban dan saya pernah katakan penyidik yang sewenang-wenang,” tutur Sutan.
Sebelumnya, Empat Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi yang meneken surat penetapan tersangka mantan Ketua Komisi VII DPR RI Sutan Bhatoegana diminta menjadi saksi Sutan dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.
Majelis hakim Pengadilan Tipikor mengeluarkan surat penetapan pemanggilan Pimpinan KPK, salah satunya Ketua nonaktif KPK Abraham Samad untuk menjadi saksi. Sutan merupakan terdakwa kasus dugaan penerimaan gratifikasi terkait pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di DPR.
Sutan didakwa menerima uang dari Waryono Karno senilai 140 ribu dolar AS dalam pembahasan APBN-P 2013 Kementerian ESDM. Ia juga didakwa menerima hadiah-hadiah lain, yaitu menerima satu unit mobil Toyota Alphard, uang tunai sejumlah Rp 50 juta dari Menteri ESDM 2011-2014 Jero Wacik, uang tunai sejumlah 200 ribu dolar AS dari Kepala SKK Migas Januari-Agustus 2013 Rudi Rubiandini, dan mendapatkan rumah sebagai posko pemenangan dari pengusaha Saleh Abdul Malik. (Has)

Klik di sini untuk Balas, Balas ke semua, atau Teruskan

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.